Rully Fauzi
Senin, 16 Maret 2026 | 08:30 WIB
Komitmen terhadap lingkungan semakin jadi faktor penting bagi konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan (AMDK). [dok.pribadi]
Baca 10 detik
  • Komitmen lingkungan jadi faktor utama reputasi merek AMDK, dengan AQUA memimpin skor 50,3%, diikuti Le Minerale 35,4%.

  • Kesadaran konsumen terhadap sampah plastik meningkat, sementara sampah nasional mencapai ±36 juta ton (2024) dengan sekitar 20% berupa plastik.

  • Galon guna ulang dinilai paling ramah lingkungan, karena bisa menekan sampah plastik hingga ratusan ribu ton dan emisi karbon dibanding kemasan sekali pakai.

Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) juga menunjukkan bahwa tanpa keberadaan galon guna ulang, tujuh dari sepuluh konsumen berpotensi beralih ke kemasan sekali pakai, yang dapat meningkatkan timbulan sampah plastik hingga 770.000 ton per tahun.

Galon guna ulang dirancang untuk digunakan berkali-kali sehingga dapat menekan volume sampah plastik dan emisi karbon secara signifikan.

Sebaliknya, galon sekali pakai langsung dibuang setelah digunakan sehingga berpotensi menambah beban sampah plastik di lingkungan.

Dalam skenario tanpa galon guna ulang, emisi sampah plastik bahkan diperkirakan dapat meningkat hingga 1,65 juta ton per tahun, yang berpotensi menghambat target pemerintah menurunkan sampah plastik sebesar 30 persen pada 2025.

“Memakai galon guna ulang membantu mengurangi timbunan sampah plastik yang saat ini masih banyak tidak tertangani secara berkelanjutan. Sampah kerap dibakar, dikubur, dibuang ke air atau laut, maupun dibuang langsung ke tanah,” kata Bisuk.

Secara keseluruhan, hasil survei menunjukkan bahwa reputasi merek AMDK tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh sejauh mana perusahaan dinilai memiliki komitmen nyata terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Survei tersebut melibatkan 1.094 responden pengguna internet berusia di atas 18 tahun di Indonesia dan dilakukan pada periode September hingga Oktober 2025.

Load More