Tasmalinda
Kamis, 14 Mei 2026 | 23:13 WIB
Menilik sepatu lari 'anak jaksel' di Lapangan Banteng: brand lokal mulai mendominasil
Baca 10 detik
  • Tren penggunaan sepatu lari lokal seperti Ortuseight dan 910 meningkat signifikan di kalangan komunitas pelari di Lapangan Banteng Jakarta.
  • Pergeseran pilihan konsumen dipengaruhi oleh desain yang modern, nilai estetika gaya hidup, serta promosi viral melalui media sosial.
  • Sepatu lokal kini menjadi pilihan realistis untuk latihan harian karena kualitas yang mumpuni dengan harga yang lebih terjangkau.

Brand Global Masih Kuat, Tapi Tidak Sendirian

Meski begitu, brand global tetap punya tempat tersendiri, terutama di kalangan runner yang serius mengejar pace atau rutin ikut race.

Namun yang menarik, sekarang brand lokal tidak lagi dipandang sebelah mata. Banyak runner merasa kualitasnya sudah cukup nyaman untuk easy run, jogging santai, latihan harian sampai fun run akhir pekan

Dengan harga yang lebih masuk akal, sepatu lokal jadi pilihan realistis buat banyak anak muda yang ingin mulai rutin lari tanpa harus keluar budget terlalu besar.

Lari Kini Sudah Jadi Bagian Lifestyle Kota

Fenomena di Lapangan Banteng memperlihatkan satu hal: lari sekarang bukan cuma olahraga. Buat banyak orang, running sudah jadi bagian dari gaya hidup kota besar. Orang datang bukan hanya untuk olahraga, tapi juga untuk bertemu komunitas, mencari suasana, bahkan sekadar menikmati ambience sore Jakarta.

Dan di tengah tren itu, sepatu lokal perlahan mulai mengambil panggungnya sendiri.

Apakah brand lokal sudah mendominasi? Mungkin belum sepenuhnya. Tapi kalau melihat apa yang terjadi di lintasan lari Jakarta belakangan ini, satu hal cukup jelas: sepatu lokal sekarang sudah masuk ke percakapan utama komunitas running.

Bukan lagi sekadar alternatif murah, tapi mulai dianggap sebagai bagian dari identitas gaya hidup runner urban.

Baca Juga: Bukan Hoka atau Adidas, 5 Sepatu Lari Lokal Ini Justru Paling Banyak Dipakai di CFD Sudirman

Load More