Tasmalinda
Senin, 25 Mei 2026 | 23:20 WIB
Review 5 sepatu lari lokal yang katanya 'tiru' brand luar, mirip atau beda jauh?
Baca 10 detik
  • Industri sepatu lari lokal berkembang pesat dengan desain modern yang sering dibandingkan netizen dengan berbagai merek global.
  • Kesamaan visual terjadi karena tren industri global yang mengarah pada desain midsole tebal dan tampilan futuristik yang seragam.
  • Perbedaan teknologi foam, bobot, dan stabilitas membuat sensasi penggunaan sepatu lokal tetap berbeda dibandingkan sepatu lari merek internasional.

SuaraJakarta.id - Dunia sepatu lari lokal beberapa tahun terakhir berkembang sangat cepat. Desainnya makin modern, teknologinya mulai serius, dan tampilannya pun semakin berani.

Tapi di tengah perkembangan itu, muncul satu komentar yang cukup sering terdengar di media sosial yakni disebut apakah “Ini mirip brand luar.”

Ada yang membandingkan bentuk midsole-nya, ada yang menyoroti siluet upper, sampai kombinasi warnanya yang dianggap punya “vibes” seperti sepatu running global terkenal.

Meski begitu, banyak runner lokal justru melihatnya sebagai hal wajar. Sebab tren desain sepatu running dunia memang sekarang cenderung punya arah yang mirip: cushion tebal, bentuk agresif, dan tampilan futuristik.

Lalu, sepatu lokal yang sering disebut “mirip brand luar” ini sebenarnya benar-benar mirip, atau justru punya karakter berbeda saat dipakai?

Berikut lima model yang paling sering dibandingkan netizen.

1. Ortuseight Hyperblast vs Hoka Clifton

Ortuseight Hyperblast cukup sering disebut punya nuansa desain ala Hoka, terutama dari bentuk midsole yang tebal dan siluet sporty modern.

Kalau dilihat sekilas memang ada kemiripan di karakter visualnya.

Namun saat dipakai, feel keduanya cukup berbeda. Hoka lebih fokus pada sensasi cushion super empuk untuk long run, sementara Hyperblast terasa lebih ringan dan fleksibel untuk daily run atau easy run.

Baca Juga: 5 Sepatu Lari untuk Traveling yang Ringan, Empuk, dan Tidak Bikin Koper Cepat Penuh

Jadi meski tampilan luarnya kadang dibandingkan, karakter larinya masih punya identitas masing-masing.

2. 910 Nineten Haze Vision vs ASICS Superblast

910 Nineten beberapa kali ramai dibahas karena desainnya dianggap punya nuansa seperti ASICS Superblast. Terutama di bagian bentuk outsole dan upper yang terlihat agresif.

Tapi setelah dicoba, feel-nya ternyata cukup berbeda. Superblast lebih terasa premium dan responsif untuk mileage tinggi, sementara Haze Vision lebih santai dan nyaman untuk daily running urban.

3. Specs Coanda vs adidas Adizero

Specs Coanda cukup sering dibandingkan dengan lini Adidas Adizero karena bentuknya ramping dan terlihat cepat.

Apalagi beberapa colorway-nya punya nuansa race shoe modern.

Namun Coanda sebenarnya lebih ditujukan untuk runner harian yang mencari keseimbangan antara ringan dan nyaman, bukan sepenuhnya sepatu race agresif seperti Adizero.

Load More