Ronald Seger Prabowo
Minggu, 26 Juli 2026 | 23:31 WIB
Hari Mangrove Sedunia yang ditandai dengan penanaman 21.060 bibit mangrove secara serentak di lima lokasi pesisir Jakarta, Minggu (26/7/2026). [Dok Pribadi]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Agung Sedayu Group menanam 21.060 bibit mangrove di lima lokasi pesisir Jakarta pada 26 Juli 2026.
  • Agung Sedayu Group menyerahkan lahan kompensasi seluas 1,7 hektare sejak tahun 2014 untuk mendukung upaya pemulihan ekosistem pesisir tersebut.
  • Keberhasilan rehabilitasi pesisir memerlukan perawatan dan pengawasan berkelanjutan agar tanaman mangrove dapat menjalankan fungsi ekologisnya secara optimal.

SuaraJakarta.id - Rehabilitasi kawasan pesisir Jakarta tidak cukup hanya dilakukan melalui penanaman bibit mangrove. Perawatan dan pemantauan secara berkelanjutan menjadi bagian penting untuk memastikan tanaman tumbuh dan mampu menjalankan fungsi ekologisnya.

Komitmen tersebut menjadi salah satu pesan dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia yang ditandai dengan penanaman 21.060 bibit mangrove secara serentak di lima lokasi pesisir Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang dipimpin Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat. Agung Sedayu Group (ASG) menjadi salah satu perusahaan yang turut berkontribusi dalam upaya rehabilitasi ekosistem pesisir.

Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono mengatakan, kontribusi perusahaan terhadap rehabilitasi kawasan pesisir telah dilakukan sejak 2014 melalui pemenuhan kewajiban kompensasi penggunaan kawasan hutan seluas 1,7 hektare.

"Jadi Agung Sedayu sejak 2014 punya kewajiban untuk melakukan kompensasi. Kompensasi kewajiban kami seluas 1,7 hektare," ujar Nono di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara.

Menurut dia, lahan tersebut merupakan bagian dari kewajiban kompensasi atas pembangunan jalan susun atau jalan tol yang dikerjakan perusahaan. Kewajiban tersebut kemudian diserahkan kepada pemerintah dan dimanfaatkan untuk mendukung pemulihan ekosistem mangrove.

"Itu kompensasi dari jalan susun yang kami bangun. Itulah yang kami manfaatkan pada Hari Mangrove Sedunia ini. Kontribusi kami sudah kami serahkan sejak kerja sama dimulai pada 2014," katanya.

Nono menilai keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak dapat diukur hanya dari jumlah bibit yang ditanam. Tahap lanjutan berupa pemeliharaan dan pengawasan diperlukan agar bibit dapat bertahan hidup dan berkembang menjadi kawasan mangrove yang memberikan manfaat ekologis.

Mangrove memiliki peran strategis bagi kawasan pesisir karena mampu menjadi pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut. Selain itu, ekosistem mangrove juga berperan dalam menyerap karbon serta menjadi habitat bagi beragam jenis biota.

Baca Juga: Bukan Sekadar Macet, Akar Polusi Jakarta Disebut Berasal dari Sistem Energi

Karena itu, keterlibatan sektor swasta dalam rehabilitasi pesisir dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dengan program pemerintah. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat memperkuat upaya menjaga ekosistem pesisir Jakarta di tengah tekanan pembangunan dan dampak perubahan iklim.

ASG menegaskan partisipasinya dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pelestarian lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Jakarta.

Penanaman 21.060 bibit mangrove tersebut pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memulihkan kawasan pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan Jakarta.

Load More