SuaraJakarta.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong inklusi keuangan hingga ke pelosok negeri. Kehadiran layanan BRILink Agen terbukti menjadi ujung tombak inklusi keuangan masyarakat di daerah perairan terpencil, salah satunya di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Peluang untuk mendekatkan layanan tersebut ditangkap Ria Irawan. Berbekal modal awal Rp19 juta dari tabungan pribadi, Ria memulai profesi sebagai BRILink Agen pada 2019 di tengah aktivitasnya sebagai tenaga honorer di Puskesmas Pelangiran.
Ria menceritakan bahwa keputusannya memulai usaha tersebut tidak terlepas dari kondisi geografis Pelangiran. Sebagai wilayah perairan, masyarakat setempat banyak mengandalkan transportasi sungai dan laut menggunakan speedboat untuk menunjang mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat akses menuju layanan perbankan membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan warga harus mengeluarkan ongkos perjalanan pergi-pulang hingga sekitar Rp100 ribu hanya untuk bertransaksi di bank.
“Kondisi itu membuat aktivitas keuangan masyarakat menjadi terbatas dan pada akhirnya turut menghambat kegiatan ekonomi mereka. Dari sana saya berpikir, kalau layanan perbankan bisa hadir lebih dekat, tentu akan sangat membantu masyarakat di sini,” ujar Ria.
Ria menceritakan bahwa perjalanan di awal usaha tidak mudah. Demi memenangkan kepercayaan masyarakat di tengah persaingan usaha, Ria menciptakan inovasi layanan jemput bola berupa sistem door-to-door.
Dia bercerita, kala itu, ia secara rutin membagikan jadwal layanan door-to-door kepada masyarakat melalui Facebook dan WhatsApp. Dalam sehari, Ria melakukan tiga kali perjalanan, yakni pada pukul 10.00 WIB, 14.00 WIB, dan 17.00 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor sambil membawa mesin EDC MPOS BRILink, ia mendatangi rumah warga hingga tempat usaha dalam radius sekitar tiga kilometer untuk melayani kebutuhan transaksi mereka.
Inovasi tersebut berbuah manis. Melihat perkembangan usaha serta dampak sosial yang nyata, Ria mengambil keputusan berani untuk memfokuskan seluruh energinya menjadi BRILink Agen dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Pelangiran.
“Terhitung, saat ini kita biasanya melayani rata-rata 70 hingga 80 transaksi per hari, transaksi yang sering dilakukan masyarakat mulai dari jasa transfer, pembayaran belanja daring (BRIVA), hingga pencarian tunai dalam jumlah besar,” ucapnya.
Kehadiran BRILink Agen Ria juga perlahan mendorong pergeseran dari praktik rentenir di wilayahnya menuju pemanfaatan layanan keuangan formal. Masyarakat yang sebelumnya mengandalkan praktik tersebut mulai memanfaatkan BRILink Agen Ria untuk bertransaksi sekaligus mengenal produk simpanan dan pembiayaan BRI.
Baca Juga: PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik
Di balik perkembangan BRILink Agen yang dikelolanya, Ria menyebut dukungan teknologi serta pendampingan berkelanjutan dari BRI turut membantunya menjaga kualitas layanan kepada masyarakat. Dukungan tersebut terutama dirasakan ketika Ria menghadapi berbagai kebutuhan operasional di lapangan.
“Peran Mantri BRI di lapangan sangat kami rasakan, istilahnya gercep atau cepat tanggap. Ketika ada kendala jaringan internet di desa maupun kebutuhan uang tunai secara mendadak, Mantri BRI selalu siap membantu dan memberikan pendampingan,” ungkapnya.
Pada kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan memasuki Oktober yang menjadi momentum Bulan Inklusi Keuangan, BRI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan akses layanan keuangan yang semakin luas, mudah, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Dalam konteks tersebut, BRILink Agen memiliki peran strategis sebagai perpanjangan layanan BRI yang hadir semakin dekat dengan masyarakat hingga ke tingkat desa dan berbagai wilayah yang relatif jauh dari kantor bank. Kehadiran BRILink Agen tidak hanya memperluas jangkauan layanan keuangan formal, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi di tingkat lokal dan membuka peluang pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, semangat Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada perluasan akses, tetapi diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang semakin nyata, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Dhanny. ***
Berita Terkait
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik
-
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Bekali Peserta dengan Pelatihan dan Kesempatan Pemagangan
-
Sepeda dari BRI Peduli Ini Antar Mahesa ke Sekolah, Tidak Lagi Terhalang Banjir Rob
-
Pestapora 2026 Hadirkan Ragam Keseruan, Ada Promo dan Hadiah dari BRI
-
Transaksi Rp270 Juta, BRI Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
Terkini
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik
-
Dari Zumba hingga Hujan Busa, Momen Little Siam Jadi Arena Bermain Keluarga
-
Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar
-
Dukung Penanganan Karhutla, NHM Serahkan Bantuan Tangki Air Operasional kepada BPBD Halmahera Utara
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha