- PEMIRA mengajak berbagai kelompok pemuda memperkuat kolaborasi menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 2028.
- Agenda konsolidasi pemuda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Gedung Joang '45, Jakarta.
- Kegiatan ini diharapkan mampu merumuskan kontribusi nyata dan mempererat hubungan antarkelompok pemuda bangsa.
SuaraJakarta.id - Menyongsong satu abad Sumpah Pemuda pada 2028, Pemuda Mahasiswa Indonesia Raya (PEMIRA) mengajak berbagai organisasi, komunitas, dan kelompok pemuda memperkuat konsolidasi serta kolaborasi untuk menghadapi tantangan bangsa di masa depan.
Ajakan tersebut akan diwujudkan melalui agenda konsolidasi pemuda yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Oktober 2026 di Gedung Joang '45, Menteng, Jakarta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang pertemuan bagi berbagai elemen pemuda untuk mempererat jejaring, bertukar gagasan, dan merumuskan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Ketua Koordinator PEMIRA, Bintang Wahyu Saputra, mengatakan konsolidasi pemuda tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga momentum untuk menemukan titik temu di tengah keberagaman organisasi, pandangan, dan latar belakang.
“Menuju satu abad Sumpah Pemuda, tantangan kita bukan lagi sekadar bagaimana pemuda berkumpul. Yang lebih penting adalah bagaimana energi, gagasan, dan potensi pemuda dapat dikonsolidasikan menjadi kekuatan positif untuk Indonesia,” kata Bintang melansir ANTARA, Jumat (9/10/2026).
Menurut dia, semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 1928 harus terus diterjemahkan sesuai dengan perkembangan zaman. Persatuan, kata Bintang, bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan membangun kesadaran bersama untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.
“Setiap organisasi dan komunitas memiliki latar belakang, pengalaman, dan gagasan yang berbeda. Perbedaan itu tidak seharusnya menjadi jarak. Justru dari keberagaman tersebut kita bisa membangun kolaborasi dan kontribusi yang lebih luas untuk Indonesia,” ujarnya.
Bintang menilai momentum menuju satu abad Sumpah Pemuda perlu dimanfaatkan untuk membangun ekosistem kepemudaan yang terbuka, produktif, dan kolaboratif. Karena itu, PEMIRA membuka kesempatan bagi organisasi, komunitas, serta kelompok pemuda untuk terlibat dalam agenda konsolidasi tersebut.
“Kami ingin membangun ruang bersama. Bukan untuk menyeragamkan organisasi atau gagasan, tetapi untuk mempertemukan energi pemuda dalam satu semangat kebangsaan,” katanya.
Baca Juga: Dito Ariotedjo: Taufik Hidayat Wamen Terbaik! Pesan untuk Erick Thohir...
Melalui kegiatan tersebut, PEMIRA berharap konsolidasi dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antarkelompok pemuda sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan kerja bersama yang bermanfaat bagi masyarakat.
Bintang menegaskan, pemuda perlu mengambil peran aktif dalam menentukan arah pembangunan dan masa depan Indonesia, bukan sekadar menjadi penonton dalam perjalanan bangsa.
“Pemuda jangan hanya menjadi penonton dalam perjalanan sejarah bangsa. Kita harus hadir, mengambil bagian, dan memastikan energi pemuda hari ini ikut menentukan arah Indonesia ke depan,” tuturnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- Sabun Kojie San untuk Wajah atau Badan? Simak Kegunaan dan Kandungannya
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Menuju Satu Abad Sumpah Pemuda, PEMIRA Ajak Berbagai Elemen Pemuda Berkonsolidasi
-
Kebakaran Lahap Permukiman Padat di Kramat Pulo, 30 Mobil Damkar Dikerahkan
-
Sektor Akomodasi dan Mamin Tumbuh 13,14 Persen, Industri MICE Jadi Motor Ekonomi
-
Mas Dhito Cek Langsung Progres Pembangunan Museum Tahap 3
-
Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?