Ronald Seger Prabowo
Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:05 WIB
PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) [iif.co.id]
Baca 10 detik
  • PT Indonesia Infrastructure Finance memangkas waktu penilaian awal pembiayaan infrastruktur hingga 30 persen melalui transformasi digital.
  • Direktur Utama Rizki Pribadi Hasan menyatakan perusahaan mengembangkan platform terintegrasi bernama Credit Sentinel yang diumumkan pada Rabu (14/10/2026).
  • Inovasi digital tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang Indonesia Technology Excellence Awards 2026 kategori Enterprise Software.

SuaraJakarta.id - Pembiayaan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Selain ketersediaan modal, kecepatan proses pendanaan dan pengelolaan risiko turut menentukan kelancaran realisasi proyek infrastruktur yang membutuhkan investasi jangka panjang.

PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) memangkas waktu penilaian awal pembiayaan hingga 30 persen melalui transformasi digital. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses pendanaan proyek infrastruktur sekaligus meningkatkan transparansi bagi pengembang proyek dan investor.

Direktur Utama sekaligus CEO IIF Rizki Pribadi Hasan mengatakan, perusahaan mengembangkan platform digital terintegrasi untuk menyederhanakan proses pembiayaan, mulai dari penerimaan proposal, penilaian risiko, hingga pemantauan proyek.

“Tantangan infrastruktur Indonesia bukan hanya soal permodalan, tetapi juga soal kecepatan dan kepercayaan. Credit Sentinel hanyalah permulaan. Kami akan terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi untuk membuat pembiayaan lebih cepat, lebih transparan, dan lebih responsif terhadap kebutuhan klien yang terus berkembang, dengan tetap menjaga standar tata kelola tertinggi," kata dia, Rabu (14/10/2026).

Platform bernama Credit Sentinel tersebut mengintegrasikan lebih dari 30 aplikasi internal IIF ke dalam satu sistem. Integrasi ini memungkinkan perusahaan menyederhanakan alur kerja pembiayaan dan mempercepat penilaian awal terhadap proposal pendanaan.

Percepatan proses penilaian diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengembang proyek dan investor yang membutuhkan kepastian dalam proses pembiayaan. Meski demikian, IIF tidak merinci nilai efisiensi biaya maupun tambahan nilai pembiayaan yang dihasilkan dari penerapan sistem tersebut.

IIF juga berencana mengembangkan Credit Sentinel melalui pemanfaatan analitik dan otomatisasi. Inovasi ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan bisnis, memperkuat manajemen risiko, dan meningkatkan layanan pembiayaan infrastruktur.

Di luar digitalisasi, perusahaan memperkuat tata kelola, kepatuhan, dan manajemen risiko hukum untuk mendukung transaksi pembiayaan jangka panjang yang kompleks. Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepastian hukum dan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Baca Juga: Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?

Sebagai lembaga keuangan nonbank swasta, IIF bergerak di bidang pembiayaan infrastruktur dan layanan konsultasi dengan fokus pada proyek-proyek yang layak secara komersial. Perusahaan didirikan pada 15 Januari 2010 atas inisiatif pemerintah bersama lembaga keuangan internasional.

IIF menyatakan transformasi digital tersebut mendapat pengakuan dalam ajang Indonesia Technology Excellence Awards 2026 untuk kategori Enterprise Software – Financial Services. Perusahaan juga memperoleh pengakuan di Asia Legal Awards 2026 dan In-House Counsel Summit & Awards 2026 terkait tata kelola dan kepemimpinan di sektor jasa keuangan nonbank.

Load More