Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 23:18 WIB
PIK dan PIK2 Jadi Primadona Wisata Selama Libur Lebaran. [Dok. PIK]
Baca 10 detik
  • Sebanyak 27 mahasiswa pascasarjana UiTM Malaysia mengunjungi kawasan PIK dan PIK2 pada 16 Oktober 2026.
  • Kunjungan akademik ini bertujuan mengumpulkan data tugas proyek konstruksi terpadu dari Agung Sedayu Group.
  • Rombongan mempelajari infrastruktur, pengelolaan sumber daya air, serta mitigasi bencana secara langsung di lapangan.

SuaraJakarta.id - Aspek lingkungan dan mitigasi bencana menjadi perhatian dalam kunjungan akademik mahasiswa Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, ke kawasan pesisir Jakarta Pantai Indah Kapuk (PIK) dan PIK2.

Sebanyak 27 mahasiswa program Master of Science in Integrated Construction Project Management mengikuti kegiatan tersebut untuk mempelajari pengembangan kawasan terpadu, termasuk perencanaan infrastruktur dan pengelolaan proyek konstruksi.

Kunjungan ini menjadi bagian dari pengumpulan data untuk tugas Integrated Simulation Project. Para peserta berkesempatan memperoleh informasi langsung mengenai berbagai aspek pembangunan kawasan yang dikembangkan Agung Sedayu Group.

Rangkaian kegiatan diawali di Signature Gallery PIK2. Melalui pemutaran video, rombongan mendapatkan penjelasan mengenai perkembangan kawasan sebelum melanjutkan survei ke sejumlah lokasi.

Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mengenai proses perencanaan dan pengembangan proyek.

Salah satu materi yang mendapatkan perhatian ialah pembahasan tentang dampak lingkungan, mitigasi bencana, serta pengelolaan sumber daya air dalam pembangunan kawasan.

Dosen pendamping dari UiTM menyampaikan apresiasinya terhadap informasi yang diberikan selama kunjungan tersebut.

“Mereka juga menekankan pentingnya memiliki perencanaan mitigasi alami. Pengelolaan airnya juga bagus,” ujarnya, Jumat (16/10/2026).

Menurut dia, pembahasan tersebut memberikan wawasan tambahan kepada mahasiswa tentang pentingnya mempertimbangkan aspek lingkungan dalam perencanaan proyek konstruksi.

Baca Juga: Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?

Hal ini menjadi relevan karena pengembangan kawasan berskala besar membutuhkan pemahaman yang tidak hanya berfokus pada bangunan fisik, tetapi juga hubungan antara infrastruktur, lingkungan, dan pengelolaan risiko.

Setelah mengikuti pemaparan, rombongan melanjutkan survei ke sejumlah fasilitas yang tersebar di PIK dan PIK2.

Lokasi yang masuk dalam rangkaian perjalanan meliputi Spike Air Dome, Nusantara International Convention Exhibition (NICE), Little Siam, Indonesia Design District (IDD), dan CBD Beachwalk.

Rombongan juga melihat kawasan Riverwalk Island PIK yang memiliki Kelenteng Tian Fu Gong. Kegiatan kemudian diakhiri di Masjid Al-Ikhlas PIK.

Dari kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati pengembangan fasilitas dengan fungsi yang berbeda dalam satu rangkaian kawasan.

Pembelajaran lapangan ini sekaligus memberikan bahan bagi peserta untuk memahami bagaimana konsep pengelolaan proyek dapat diterapkan pada pembangunan kawasan terpadu.

Load More