Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Jerit Minta Tolong Briptu Andry di Pagi Buta, Warga Takut Keluar Rumah

Rizki Nurmansyah | Bagaskara Isdiansyah Jum'at, 18 September 2020 | 18:22 WIB

Jerit Minta Tolong Briptu Andry di Pagi Buta, Warga Takut Keluar Rumah
TKP tewasnya Briptu Andry Budi Wibowo (29) kekinian telah ditutup serbuk kayu oleh aparat kepolisian di Jalan Sapi Perah, Kelurahan Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2020). [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]

Briptu Andry tewas diduga jadi korban tabrak lari oleh oknum TNI.

SuaraJakarta.id - Sejumlah kesaksian disampaikan warga terkait tewasnya anggota polisi, Briptu Andry Budi Wibowo (29), di Jalan Sapi Perah, Kelurahan Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Kamis (17/9/2020) pagi.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, mengaku sempat menaruh curiga setelah menemukan satu unit sepeda motor tergeletak di pinggir jalan raya TPU Pondok Ranggon.

Saat itu, waktu menunjukkan pukul 04.00 WIB. Warga tersebut keluar rumah karena hendak membeli nasi.

"Saya keluar rumah lihat ada motor tergeletak di pinggir jalan di situ (menunjuk ke TKP)," kata salah satu warga yang merupakan pemilik warung kopi saat ditemui Suara.com di lokasi, Jumat (18/9/2020).

Rasa curiganya semakin bertambah bukan hanya karena melihat sepeda motor tergeletak di pinggir jalan. Namun handphone dan pelat nomor kendaraan roda empat berceceran di tempat kejadian perkara (TKP).

"HP-nya juga masih ada. Saya ambil sama kumpul-kumpulin. Pelat nomor mobil juga saya amanin," ungkapnya.

Jasad Briptu Andry Budi Wibowo diduga tewas oleh pelaku begal di kawasan Pondok Ranggon, Jaktim. (istimewa)
Jasad Briptu Andry Budi Wibowo dievakuasi di kawasan Pondok Ranggon, Jaktim. (istimewa)

Kendati begitu, ia tak mengetahui persis insiden yang menewaskan Briptu Andry.

Dia mendapat cerita dari tetangganya yang sempat mendengar adanya suara orang meminta tolong saat masih pagi buta, sekira pukul 03.30 WIB.

Namun tetangganya itu tak berani keluar rumah untuk mencari sumber suara minta tolong tersebut.

"Ada dengar (suara minta tolong), cuma nggak pada keluar nggak ada yang berani keluar. Soalnya jam berapa, jam 03.30 WIB itu. Sementara saya keluarkan jam 04.00 WIB mau beli nasi," paparnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait