Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Siapa Pria Bernama Tito, Pembongkar Manipulasi Data COVID-19?

Pebriansyah Ariefana | Stephanus Aranditio Senin, 28 September 2020 | 13:40 WIB

Siapa Pria Bernama Tito, Pembongkar Manipulasi Data COVID-19?
Kepala Dinas Pariwisata Kwintarto Heru Prabowo, dr Tirta, Bupati Bantul Suharsono, dan Kepala Dinas Kesehatan Agus Budi Raharja melakukan pertemuan di Bantul, Minggu (26/7/2020. - (SuaraJogja.id/HO-dok Dinas Kesehatan Bantul)

Tito yang memberikan data tersebut ke Dokter Tirta.

SuaraJakarta.id - Dokter Tirta Mandira Hudhi menyebut nama Tito Adam memongkar manipulasi data COVID-19 yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Siapa Tito itu?

Dokter Tirta menyebut Tito adalah staf humas Pemkot Surabaya. Dia yang memberikan data tersebut ke Dokter Tirta.

Bahkan Dokter Tirta membeberkan bukti bahwa pandemi virus corona covid-19 telah ditunggangi oleh kepentingan politik.

Kepentingan politik itu antara Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat peresmian Labkesda di Jalan Gayungsari. [Timesindonesia.co.id]
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat peresmian Labkesda di Jalan Gayungsari. [Timesindonesia.co.id]

Tito memberikan data jika Pemprov Jatim telah mengubah data terkait covid-19 milik Pemkot Surabaya.

"Ayo pemprov Jatim klarifikasi, ini data saya dapatkan dari saudara Tito Adam, staf humas pemkot Surabaya, Bu Risma memilih untuk diam mengakhiri drama tersebut dan akhirnya menggunakan anggarannya sendiri untuk swab gratis," kata Tirta dalam instragram livenya dikutip Suara.com, Senin (28/9/2020).

Data yang dimaksud Tirta adalah data penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan masyarakat Jawa Timur terkait penggunaan masker selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih rendah.

Penelitian itu disusun oleh Pemkot Surabaya bersama Persakmi dan Ikatan Alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM Unair) Surabaya selama 19-23 Mei 2020 dengan subjek wilayah Jawa Timur.

Dr.Tirta (Instagram @dr.tirta)
Dr.Tirta (Instagram @dr.tirta)

"Lalu di bulan Juni datanya sama tapi diubah (oleh Pemprov Jatim) tanggal lokasinya beda, terus diserahin ke pak presiden, pak presiden marah ke bu Risma, ini awal mulanya Bu Risma dihujat, edan gak bro, pak Jokowi tu gak tau apa-apa loh, cuma dateng mau survey kenapa dikasih data seperti itu," jelasnya.

Oleh karena itu, Presiden Jokowi saat survey ke Surabaya mengatakan 70 persen warga Surabaya tak menggunakan masker selama pandemi Covid-19 yang membuat Surabaya dicap sebagai zona hitam.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait