SuaraJakarta.id - Demo UU Cipta Kerja sejak Kamis (8/10/2020) berakhir ricuh. Demonstrasi yang awalnya damai, berubah dari peristiwa mengerikan berbadai wilayah Jakatra.
Mulai dari pelemparan batu sampai pembakaran halte TransJakarta. Bahkan banyak jurnalis yang hilang dalam demonstrasi tersebut.
Berikut peristiwa-peristiwa mengerikan Demo UU Cipta Kerja di Jakarta kamis kemarin.
1. Halte TransJakarta dibakar
Baca Juga:Massa Jogja Memanggil Mengelukan Barisan TNI dan 4 Berita Top SuaraJogja
![Halte Transjakarta Bundaran HI terbakar, Jakarta, Kamis (8/10/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/08/39304-halte-transjakarta-dibakar.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada 11 Halte TransJakarta yang terbakar karena kericuhan saat aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja.
Terkait perbaikan Halte TransJakarta tersebut, Anies memperkirakan akan menghabiskan biaya Rp 25 miliar.
Anies mengakui imbas demonstrasi aksi tolak UU Cipta Kerja ini, banyak fasilitas yang dirusak.
2. 11 Jurnalis Hilang
![Polisi berpakaian lengkap dengan membawa tameng dan senjata gas air mata melakukan penyisiran terhadap demonstran yang masih berkerumum di sekitar Tugu Tani, Jakarta Pusat, Kamis (8/10/2020) malam. [Suara.com/Welly Hidayat]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/08/88484-polisi-sweeping-demonstran.jpg)
Belasan jurnalis hilang usai demo ricuh Tolak UU Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). Demo ini sampai malam dan berakhir dengan bakar-bakaran fasilitas publik.
Baca Juga:Pelajar Ikut Demo, Kemendikbud Wanti-wanti ke Polisi: Jangan Ada Kekerasan
Selain itu, beberapa perangkat kerja milik jurnalis juga dirampas oleh oknum anggota polisi.