alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

750 Petugas Gabungan TNI-Polri Kawal Aksi Buruh di Patung Kuda

Rizki Nurmansyah Kamis, 22 Oktober 2020 | 15:14 WIB

750 Petugas Gabungan TNI-Polri Kawal Aksi Buruh di Patung Kuda
Ribuan Demonstran yang tergabung dalam Aliansi Buruh Banten Bersatu (AB3) kembali melancarkan aksi unjuk rasa tolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja. Mereka melangggang bebas melintasi Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang tanpa hambatan menuju Istana Presiden, Jakarta Pusat, Kamis, (22/10/2020). [Suara.com/Irfan Maulana]

Aksi buruh hanya akan dipusatkan di Patung Kuda.

SuaraJakarta.id - Ribuan buruh kembali melakukan aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. Aksi ini dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2020).

Sebanyak 750 petugas gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengawal aksi buruh dari GEBRAK ini.

"Di sini sudah kami sekat, karena saat ini tidak boleh (menyampaikan aksi) di Taman Pandang karena kan situasi berbeda dengan situasi pada umumnya," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di depan Gedung Sapta Pesona.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di depan Gedung Sapta Pesona, Kamis (22/10/2020). [ANTARA/Livia Kristianti]
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di depan Gedung Sapta Pesona, Kamis (22/10/2020). [ANTARA/Livia Kristianti]

Heru mengatakan saat ini di depan Patung Kuda Arjuna Wiwaha sudah ada massa dari elemen buruh GEBRAK dengan jumlah 1.500 orang dan masih akan bertambah jumlahnya.

Kemungkinan akan tambah lagi karena ada yang masih dalam perjalanan.

Buruh yang menyampaikan surat pemberitahuan akan aksi demo tolak UU Cipta Kerja ada dari KASBI (GEBRAK) dan LEM SPSI.

"Mereka gabungan ada yang dari Jakarta Utara, Banten, Tangerang," ujar Heru.

Heru mengatakan aksi buruh hanya akan dipusatkan di Patung Kuda. Namun ada satu kelompok massa buruh yang bertahan di Monumen Tugu Tani.

"Saat ini ada kelompok yang mau di Tugu Tani, itu satu kelompok. Kita menunggu kabar dari sana berapa banyak jumlahnya, karena ini masih siang juga. Mungkin nanti jam 15.00 WIB kita baru bisa membaca pergerakan massa di sana," ujar Heru.

Massa dari berbagai serikat buruh menggelar aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020). [Suara.com/Bagaskara Asdiansyah]
Massa dari berbagai serikat buruh menggelar aksi menolak Undang-Undang Cipta Kerja, Kamis (22/10/2020). [Suara.com/Bagaskara Asdiansyah]

Massa buruh masih melakukan orasi terkait tuntutan agar pemerintah pusat membuat Perppu UU Cipta Kerja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait