Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fadli Zon Bongkar Ada Agen Provokator di Pembakaran Halte Sarinah

Pebriansyah Ariefana Kamis, 29 Oktober 2020 | 13:51 WIB

Fadli Zon Bongkar Ada Agen Provokator di Pembakaran Halte Sarinah
Narasi TV mengungkap para pelaku pembakar Halte Sarinah Jakarta saat demo tolak UU Cipta Kerja. Wajah-wajah terduga pelaku dipaparkan dalam sebuah video kronologis.(Narasi TV)

Siapa saja agen provokator itu?

SuaraJakarta.id - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkap ada agen provokator dalam pembakaran Halte Sarinah TransJakarta pada demo UU Cipta Kerja. Menurutnya ini seperti operasi yang terorganisir.

Dalam video berdurasi 3 menit 20 detik yang diposting pada 12 Oktober 2020 itu, Fadli Zon mengungkapkan bahwa dalam setiap aksi demonstrasi termasuk pada kasus pembakar Halte Sarinah selalu ada penyusup yang melakukan infiltrasi.

“Dari video kompilasi ini kelihatan operasi pembakaran halte terorganisir. Harus waspada terhadap agent provocateur seperti saya unggah di youtube channel saya,” kata Fadli Zon dalam cuitan akun Twitter pribadinya @fadlizon, Kamis (29/10/2020).

Para penyusup itu lazim dalam dunia intelejen disebut agent provocateur atau agen provokator.

Agen provokator ini adalah sebuah istilah yang sudah klasik ada di dalam dunia intelejen yaitu penyusupan, infiltrasi, kepada sebuah protes, demonstrasi, dan di dalamnya orang-orang yang melakukan infiltrasi penyusupan itu kemudian melakukan tindakan-tindakan ilegal yang tidak direncanakan oleh para demonstran yang ingin damai.

Bidik layar para terduga pelaku pembakar Halte Sarinah yang diungkap dalam acara Mata Najwa. (Foto: bidik layar video)
Bidik layar para terduga pelaku pembakar Halte Sarinah yang diungkap dalam acara Mata Najwa. (Foto: bidik layar video)

Selain tindakan ilegal atau perusakan, seringkali diikuti dengan opini mendiskreditkan atau upaya untuk membunuh karakter dari demonstran atau kegiatan demonstrasi itu secara keseluruhan.

“Dan juga bisa diikuti juga oleh penangkapan-penangkapan (demonstran),” kata Fadli Zon.

Menurutnya, infiltrasi ini adalah sebuah teori dan praktik yang sangat klasik dilakukan ratusan bahkan ribuan tahun, di dalam praktik untuk meredam atau untuk mendiskreditkan sebuah aksi protes, unjuk rasa, demonstrasi, atau sebuah social movement (gerakan sosial).

“Ini sudah dilakukan ribuan kali, di Amerika, Inggris, dan di mana-mana. Termasuk saya kira juga di Indonesia,” tuturnya.

Fadli Zon memberikan masukan masyarakat waspada kepada penyusup.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait