Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

MUI Tangsel Seru Boikot Produk Prancis: Sudah Sepantasnya Mendapat Hukuman

Rizki Nurmansyah Sabtu, 31 Oktober 2020 | 19:01 WIB

MUI Tangsel Seru Boikot Produk Prancis: Sudah Sepantasnya Mendapat Hukuman
Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI). [Suara.com/Stephanus Aranditio]

MUI Tangsel meneruskan imbauan boikot produk Prancis dari MUI Pusat ke masyarakat.

SuaraJakarta.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyerukan boikot produk asal Prancis.

Imbauan itu dilakukan setelah adanya surat pernyataan dari MUI Pusat untuk memboikot produk asal Prancis yang dilayangkan melalui surat pernyataan Nomor: Kep-1823/DP-MUI/X/2020.

Hal itu, dibenarkan oleh Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rojak. Menurutnya, pihaknya hanya meneruskan himbauan itu dari pusat ke masyarakat.

"Tangsel ya tetap kita menindaklanjuti, mensosialisasikan himbauan dari pusat. Cuma sifatnya kita kembalikan kepada kesadaran masyarakat masing-masing. Jadi tidak sporadis, tidak memaksakan kepada masyarakat Muslim di Tangsel, karena itu sifatnya himbauan," kata Rojak saat dikonfirmasi Suara.com, Sabtu (31/10/2020).

Rojak menerangkan, imbauan boikot produk Prancis untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa negara Prancis sudah melakukan penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

"Membangun kesadaran bahwa negara ini (Prancis) sudah menghina Nabi Muhammad SAW. Melakukan pelecehan dan lain sebagainya. Jadi sudah sepantasnya mendapatkan hukuman dengan cara tidak membeli produk buatan Prancis," terang Rojak.

"Dengan sendirinya akan kolapskan, akan berdampak pada ekonomi negara itu. Pokoknya yang kita bangun kesadaran untuk tidak membeli produk Prancis," sambung Rojak.

Rojak yang juga menjabat Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel mengaku, sudah mendapatkan surat imbauan dari MUI Pusat sejak minggu lalu.

Kini, pihaknya sudah menyosialisaaikan soal himbauan boikot produk Prancis itu baik secara internal melalui grup percakapan dan ke masyarakat melalui organisasi masyarakat (Ormas) Islam.

"(Surat himbaun) Mulai diterima dari minggu kemarin udah diterima. Setelah dapat surat itu, kita berdiskusi dengan teman-teman MUI pada akhirnya kita meminta bantuan ke MUI kecamatan, kelurahan dan ormas Islam, untuk sama-sama menyosialisasikan himbauan ini," papar Rojak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait