alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Detik-detik Buruh Pabrik Garmen Kesurupan Massal, Merambat Jadi 9 Orang

Pebriansyah Ariefana Kamis, 03 Desember 2020 | 16:51 WIB

Detik-detik Buruh Pabrik Garmen Kesurupan Massal, Merambat Jadi 9 Orang
Buruh pabrik garmen kesurupan massal.

Teriakan keras itu sempat membuat ribuan buruh seisi ruangan ketakutan.

SuaraJakarta.id - Berteriak histeris dan kencang, buruh pabrik garmen kesurupan massal. Tercatat ada 9 orang yang kesurupan massal.

Kerusupan massal buruh pabrik garmen itu berlangsung siang bolong. Buruh pabrik garmen kesurupan massal, Kamis (3/12/2020) siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Buruh pabrik garmen kesurupan massal di PT Cipta Dwi Busana Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Teriakan keras itu sempat membuat ribuan buruh seisi ruangan ketakutan.

Buruh pabrik garmen kesurupan massal saat tengah bekerja. Awalnya hanya 1 orang yang kesurupan, tapi akhirnya merembet ke buruh lainnya.

Baca Juga: Buruh Pabrik Garmen Kesurupan Massal di Siang Bolong, Teriak Histeris

Buruh pabrik garmen kesurupan massal.
Buruh pabrik garmen kesurupan massal.

Menurut salah seorang buruh yang meminta namanya tak disebut mengatakan, kejadian itu bermula saat seorang buruh di bagian produksi kesurupan. Buruh itu berteriak dengan keras atau teriak histeris.

"Awalnya satu orang di barisan depan bagian produksi yang kena, terus buruh yang lain menjauh ke barisan belakang," kata sumber tersebut.

Tak berhenti sampai di situ. Buruh lainnya yang mengamankan diri mundur ke belakang malah ikut kesurupan.

"Eh, di barisan belakang ada yang kena lagi, terus lari ke depan, dan ada yang kena lagi langsung berhamburan keluar," ujarnya kepada sukabumiupdate.com.

Buruh pabrik garmen kesurupan massal.
Buruh pabrik garmen kesurupan massal.

Menurutnya, dalam kejadian kali ini ia melihat sedikitnya sembilan buruh yang kesurupan.

Baca Juga: Heboh Kesurupan Massal di Pabrik Tas, Semua Korban Perempuan

"Akibat kejadian tersebut buruh CBD bagian produksi dipulangkan semuanya. Sekarang produksi dihentikan sementara," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait