SuaraJakarta.id - FPI mengungkapkan ada 3 mobil yang membuntuti rombongan Habib Rizieq di jalan Tol Jakarta-Cikampek sebelum Laskar FPI ditembak mati. Mobil itu bernomor polisi PWQ (seri belakang), KJD (seri belakang) dan K (seri depan).
Hal itu menurut kesaksian rekaman suara yang diklaim dari laskar FPI di lokasi kejadian. Hanya saja dalam rekaman ini, FPI dan Polda Metro Jaya saling kliam rekaman tragedi detik-detik penembakan laskar Habib Rizieq di Tol Jakarta-Cikampek.
Dalam rekaman pesan suara tersebut terdengar seseorang yang diduga sebagai laskar mengatakan bahwa kendaraan yang ia tumpangi sedang dikepung oleh tiga mobil. Ia juga menyebutkan plat nomor tiga mobil tersebut yakni PWQ (seri belakang), KJD (seri belakang) dan K (seri depan).
Sekretaris Umum FPI Munarman membagikan rekaman voice note atau pesan suara salah satu dari enam laskar sebelum tewas ditembak mati polisi.
Baca Juga:Niat Bawa Jenazah Laskar, FPI: Keluarga Dicegat, Diusir Brimob di RS Polri
Munarman mengklaim hal itu menjadi bukti bahwa polisi melakukan penyerangan terhadap keenam orang itu. Bukan sebaliknya FPI yang menyerang duluan.
"Assalamu'alaikum abangda kita sedang mengarah ke Bandung. Sebab ini orang sudah gila nih tiga mobil PWQ, KJD, sama plat K, ini udah belajar gila nih dia udah mepet-mepetin kita. Tapi kita sudah berusaha masuk tol arah ke Bandung," demikian penggalan rekaman suara itu.
![Sekretaris Jenderal FPI Munarman dalam konferensi pers soal penembakan polisi terhadap 6 pengawal Habib Rizieq di Jalan Tol Jakarta - Cikampek, Senin (7/12/2020) dini hari. [Suara.com/Bagaskara Isdiansyah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/07/87709-sekjen-fpi-munarman-konpers-penembakan-pengawal-habib-rizieq.jpg)
Adapun Munarman mengatakan, bahwa pesan suara tersebut benar adanya. Ia menyatakan, suara tersebut merupakan detik-detik sebelum enam laskar tewas ditembak.
"Itu suara anak-anak laskar pengawal IB HRS (Imam besar Habib Rizieq), saat detik-detik dikepung oleh tiga mobil, ditangkap, diculik lalu dibawa ke suatu tempat untuk dibantai," kata Munarman kepada Suara.com, Selasa (8/12/2020).
Munarman sangat yakin jika enam laskar yang tewas itu sengaja diculik lalu dibantai di tempat lain.
Baca Juga:Beredar Foto 6 Jenazah Laskar FPI Berlumuran Darah, Begini Faktanya
Kendati begitu, ketika ditanya pesan suara tersebut disampaikan atas nama korban yang mana, Munarman mengaku tak hafal suara satu per satu. Ia hanya mengklaim kalau pesan suara tersebut merupakan salah satu laskar yang ditembak.