facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Suzanhol ke Markas FPI, Munarman: Pembantaian Laskar FPI Masalah Intelijen

Pebriansyah Ariefana | Bagaskara Isdiansyah Selasa, 29 Desember 2020 | 08:48 WIB

Suzanhol ke Markas FPI, Munarman: Pembantaian Laskar FPI Masalah Intelijen
Kedubes Jerman datangi markas FPI. (Foto: FPI)

Munarman belum menanggapi lebih jauh terkait hal tersebut. Dirinya hanya menanggapi secara singkat.

SuaraJakarta.id - Anggota Komisi I DPR, M. Farhan mengatakan, perwakilan dari Kedutaan Besar Jerman yang sempat mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan bukan merupakan staf atau diplomat. Identitas dari perempuan bernama Suzanhol itu ternyata merupakan mata-mata.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum Front Pembela Islam atau FPI, Munarman angkat bicara. Ia mengaku enggan ambil pusing soal identitas asli perempuan yang disebut dari Kedubes Jerman ternyata anggota intelijen.

Munarman justru merasa kedatangan perempuan yang disebut bernama Suzanhol itu sengaja datang lantaran mengetahui bahwa dibalik tewasnya 6 laskar FPI berhubungan dengan intelijen.

"Hal itu berarti, pihak luar sangat paham, bahwa masalah pembantaian 6 anggota FPI tersebut adalah merupakan masalah intelijen," kata Munarman melalui pesan singkat kepada Suara.com, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: Janji Usut Tuntas Kasus Penembakan Laskar FPI, Bareskrim Periksa 82 Saksi

Kendati begitu, Munarman belum menanggapi lebih jauh terkait hal tersebut. Dirinya hanya menanggapi secara singkat.

Sebelumnya diberitakan, Farhan mengungkapkan, berdasarkan data yang ia peroleh diketahui nama Suzanhol tercatat di Bundesnachrichtendienst (BND), sebuah lembaga intelijen Jerman.

"Ternyata ketika dilakukan penyelidikan ke beberapa sumber kita di Berlin langsung, ini nama perempuannya Suzanhol dia adalah bukan pula pegawai pemerintah tercatat di Kementerian Luar Negeri Jerman. Dia tercatat sebagai pegawai di BND. BND itu Badan Intelijen Jerman," kata Farhan dalam diskusi daring, Minggu (27/12/2020).

Dugaan bahwa perwakilan Kedubes Jerman bukan merupakan diplomat melainkan mata-mata ialah lantaran permintaan persona non grata terhadap perempuan yang bersangkutan tidak dipenuhi oleh Kedubes Jerman. Pihak Jerman hanya sebatas memulangkan yang bersangkutan ke negara asal.

"Kita minta udah persona non grata. Tidak dijalankan persona non grata-nya. Ternyata dia memang tidak bisa di-persona non grata karena dia bukan diplomat," kata Farhan.

Baca Juga: Mengejutkan, Temuan Baru Komnas HAM di TKP Penembakan 6 Laskar FPI

Sebelumnya, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyesalkan staf Kedutaan Besar (Kedubes) Jerman yang sempat mendatangi markas Front Pembela Islam (FPI) di kawasan Jalan Petamburan, Jakarta Pusat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait