facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tersangka Video Syur dan Terancam 12 Tahun Bui, Gisel Dijerat UU Pornografi

Rizki Nurmansyah Selasa, 29 Desember 2020 | 17:07 WIB

Tersangka Video Syur dan Terancam 12 Tahun Bui, Gisel Dijerat UU Pornografi
Artis Gisella Anastasia alias Gisel meninggalkan Gedung Ditkrimsus Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/11/2020). Gisel diperiksa pihak kepolisian terkait video syur mirip dirinya. [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A]

Baik Gisel maupun pemeran pria dalam video tersebut, telah sama-sama mengakui bahwa orang yang ada dalam video mesum itu adalah mereka.

SuaraJakarta.id - Penyanyi Gisella Anastasia, atau yang akrab disapa Gisel, dijerat Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Hal ini setelah polisi menetapkan Gisel tersangka atas perannya dalam kasus video syur yang beredar di media sosial.

Mantan istri Gading Marten itu terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.

"Paling rendah 6 bulan, paling lama 12 tahun penjara. Itu ancamannya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mako Polda Metro Jaya, Selasa (29/12/2020).

Baca Juga: Michael Yukinobu de Fretes, Pemeran Pria di Video Gisel yang Hobi Basket

Baik Gisel maupun pemeran pria dalam video tersebut yang berinisial MYD, telah sama-sama mengakui bahwa orang yang ada dalam video mesum itu adalah mereka.

"Saudari GA mengakui dan juga saudara MYD mengakui bahwa memang itu yang ada dalam video yang beredar di media sosial itu adalah dirinya sendiri," ungkap Yusri.

Gisel dan pemeran pria dalam video tersebut yang berinisial MYD dijerat dengan Pasal 4 ayat 1 juncto Pasal 29 dan atau Pasal 8 UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Menurut pengakuan Gisel, video tersebut dibuat pada 2017 di salah satu hotel di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Dia mengakui dirinya sendiri, jadi sekitar tahun 2017 yang lalu di salah satu hotel di Medan," kata Yusri.

Baca Juga: Gisel dan 3 Artis yang Pernah Jadi Tersangka Kasus Video Syur

Atas dasar pengakuan Gisel dan MYD yang diperkuat dengan dengan hasil pemeriksaan ahli forensik dan ahli teknologi informasi, polisi kemudian menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait