alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ada Tanda SOS di Pulau Laki, Publik Harap Korban Selamat Sriwijaya Air

Reza Gunadha | Hernawan Rabu, 20 Januari 2021 | 09:19 WIB

Ada Tanda SOS di Pulau Laki, Publik Harap Korban Selamat Sriwijaya Air
Heboh munculnya tulisan SOS di Pulau Laki, area pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh (GoogleMaps).

Kemunculan SOS ini merangsang publik melaporkannya ke Basarnas dan mendesak agar sinyal tersebut ditindaklanjuti.

SuaraJakarta.id - Tragedi kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ182 di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (9/1/2021), menorehkan luka mendalam bagi masyarakat.

Sriwijaya Air SJ182 dinyatakan hilang kontak pada 14.40 WIB, empat menit seusai lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, bertolak menuju Pontianak. Belakangan, pesawat itu dinyatakan jatuh di lautan.

Pencarian oleh tim SAR dalam beberapa hari terakhir sudah membuahkan hasil. Black box pesawat berhasil ditemukan.

Kekinian, publik mendadak dihebohkan oleh munculnya tulisan SOS di Google Maps, pada area sekitar lokasi jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Baca Juga: Ya Allah! Bencana Bertubi-tubi Terjang Indonesia, Banjir, Gempa dan Longsor

Simbol SOS alert tersebut kerap kali dipakai untuk meminta pertolongan.

Jika membuka Google Maps dan mencari dengan kata kunci 'Pulau Laki', akan muncul di layar gambaran pulau yang diduga menjadi tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tersebut.

Heboh munculnya tulisan SOS di Pulau Laki, area pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh (GoogleMaps).
Heboh munculnya tulisan SOS di Pulau Laki, area pesawat Sriwijaya Air SJ182 jatuh (GoogleMaps).

Di belahan selatan Pulau Laki, terdapat simbol hijau bertuliskan SOS. Hal ini yang kemudian membuat publik ramai-ramai membanjiri unggahan akun Instagram Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Bassarnas), @SAR_Nasional).

Publik dalam kolom komentar memberi tahu soal munculnya simbol tersebut sehingga bisa ditindaklanjuti.

"Pak cek sinyal SOS di Pulau Laki," kata @Tubagusilham27.

Baca Juga: 3 Pekan Awal 2021: Banjir, Gempa, Longsor, Erupsi, Sriwijaya Air, Covid-19

"Pak cek tandas SOS di maps Pulau Laki, Pak. Barangkali ada something yang butuh bantuan bapak. Tapi kalau cuma ada orang iseng, toong dicegurin laut aja," balas @anindyamahestri.

"Pak tolong cek Google Maps untuk Pulau Laki ada sinyal SOS pak. Semoga ada keajaiban untuk para korban Sriwijaya Air SJ182," timpal @thiaraiiu.

"Barusan saya cek Google Maps ada sinyal SOS di Pulau Laki. Barangkali ada mukjizat penumpang yang terdampar dan masih hidup. Berharap semoga ada tindakan pencarian lagi," sahut @dindaagustiah_.

Pihak Google memang kerap memberikan tanda khusus apabila terjadi bencana atau insiden tertentu.

Sebelumnya, di area jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 juga sempat muncul simbol SOS berupa tanda seru bewarna merah dengan keterangan "Insiden Pesawat Sriwijaya AIr".

Meski begitu, untuk pemberian sinyal SOS di Pulau Laki, pihak Google sampai artikel ini diturunkan belum memberikan klarifikasi.

40 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Berhasil Teridentifikasi

Tim DVI Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, hingga Selasa (19/1/2021) sore telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 40 korban Sriwijaya Air SJ 182. Hari ini, tercatat terjadi penambahan sebanyak 6 korban yang teridentifikasi. 

"Sampai pukul 17.00 WIB korban yang berhasil teridentifikasi bertambah 6, kemarin total korban yang teridentifikasi 34 sekarang ditambah 6 sehingga keseluruhan berjumlah 40," kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (19/1/2021). 

Keenam korban yang telah teridentifikasi hari ini adalah Kolisun (37), Grislend Gloria Natalies (28), Faisal Rahman (30), Andi Syifa Kamila (26), Shinta (23), dan Mulyadi (39). 

Rusdi mengatakan, semua korban yang berhasil teridentifikasi hari ini semuanya dikenali dari pencocokan sampel DNA. 

Adapun dari 40 korban yang berhasil teridentifikasi, sebanyak 27 korban sudah dipulangkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. 

"Hari ini sebanyak 4 korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Sehingga total 27 korban sudah diserahkan," tuturnya. 

Lebih lanjut, sebanyak 310 kantong jenazah dan 250 kantong properti yang diterima RS Polri seluruhnya sudah dilakukan identifikasi. 

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait