facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sidang Sengketa Pilkada Tangsel, KPU Buka 10 Kotak Suara untuk Bukti di MK

Rizki Nurmansyah Senin, 25 Januari 2021 | 18:31 WIB

Sidang Sengketa Pilkada Tangsel, KPU Buka 10 Kotak Suara untuk Bukti di MK
Petugas KPU Tangsel membuka segel kotak suara yang untuk mengambil berkas yang dijadikan bukti sengketa Pilkada Tangsel 2020 di GSG Kecamatan Pondok Aren, Senin (25/1/2021). [Ist]

Kotak suara yang dibuka merupakan dari TPS yang dipersoalkan pemohon.

SuaraJakarta.id - KPU Kota Tangsel membuka sejumlah kotak suara untuk persiapan jelang sidang gugatan Pilkada Tangsel 2020 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dokumen dari kotak suara itu akan dijadikan alat bukti dalam sidang sengketa Pilkada Tangsel di MK, Jumat (29/1/2021) mendatang.

Ketua KPU Kota Tangsel, Muhamad Taufiq mengatakan, pembukaan kotak suara itu berdasarkan Undang-Undang PKPU Nomor 9 Tahun 2020 perubahan dari UU PKPU Nomor 9 tahun 2018 di Pasal 71 dan seterusnya, harus dilakukan secara formal dan legal dalam membuka kotak suara.

Untuk jumlah kotak suara, Taufiq menuturkan ada 10 kotak surat suara yang dibuka.

Baca Juga: KPU Kota Denpasar Apresiasi Hasil Pilwali 2020 di MK

Pembukaan itu disaksikan oleh masing-masing perwakilan tiga pasangan calon.

"Kita dalam membuktikan jawaban termohon di MK hanya ada 10 kotak suara yang kita buka. Yaitu di masing-masing kecamatan berarti 7 kotak suara dan juga TPS 15, TPS 49 Cempaka Putih dan TPS 30 Rengas," kata Taufiq saat pembukaan kotak suara di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Pondom Aren, Senin (25/1/2021).

Ketua KPU Tangsel Muhamad Taufiq usai pembukaan kotak suara Pilkada 2020 di GSG Kecamatan Pondok Aren, Senin (25/1/2021). [Ist]
Ketua KPU Tangsel Muhamad Taufiq usai pembukaan kotak suara Pilkada 2020 di GSG Kecamatan Pondok Aren, Senin (25/1/2021). [Ist]

Taufiq menjelaskan, kotak suara yang dibuka merupakan dari TPS yang dipersoalkan pemohon, yakni pihak pasangan calon Muhammad-Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan yang melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU).

"TPS 15 Ciater yang ada dalil pengaduan dari permohonan pemohon, yang kita ambil adalah C7 daftar hadir baik DPT, DPPH, dan juga DPTB serta C1 asli. Ada dugaan, ada pengguna hak suara dengan C undangan, atau C pemberitahuan orang lain," jelasnya.

"Kedua, yang dibuka adalah dua TPS di Cempaka Putih dan Rengas yang ada PSU. Jadi kita hanya akan menyampaikan hasil sebelum PSU dan hasil setelah PSU dicek semua daftar hadir, maupun kejadian khusus dan sebagainya," sambung Taufiq.

Baca Juga: Buka 363 Kotak Suara Jelang Sidang MK, KPU Solok Dituding Ciderai Demokrasi

Taufiq menerangkan, pembukaan kotak suara itu bukan rekomendasi dari MK. Tapi hasil konsultasi dengan KPU Pusat dalam rapat pleno 23 Januari 2021 lalu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait