alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Laptop di Proyek MRT Pernah Hilang, Ketua DPRD DKI: Berpotensi Sabotase

Dwi Bowo Raharjo | Fakhri Fuadi Muflih Kamis, 25 Februari 2021 | 09:09 WIB

Laptop di Proyek MRT Pernah Hilang, Ketua DPRD DKI: Berpotensi Sabotase
Suasana terminal pembangunan proyek Mass Rapid Transportation (MRT) koridor Lebak Bulus-Bundaran HI di Jakarta, Sabtu (5/1). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

"Kenapa tidak pernah dilaporkan ke polisi?."

SuaraJakarta.id - Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengungkapkan kejadian kehilangan laptop saat menjalankan proyek Moda Raya Terpadu (MRT). Berkaca dari peristiwa ini, ia menyebut ada potensi sabotase dari proyek ini.

Kejadian ini, kata Prasetio, terjadi pada tahun 2018. Laptop milik kontraktor Jepang berisi data-data sebelum MRT beroperasi hilang dan bahkan tak ada pelaporan ke polisi.

"Apapun ceritanya MRT ini adalah proyek vital, dan kalau sampai data-data ini ada di tangan orang yang salah bisa bahaya ini. Saya minta Direktur Operasional menjawab," ujar Prasetio dalam keterangan tertulis, Kamis (26/2/2021).

Menurutnya komputer jinjing tersebut merupakan aset negara yang perlu dijaga kerahasiaannya. Apalagi proyek ini adalah hasil kerja sama pembangunan MRT yang dijalin Indonesia-Jepang.

Baca Juga: Tingkatkan Pendapatan Non Tiket, MRT Jakarta Pasang Ratusan LED

Karena itu, politikus PDI Perjuangan ini meminta agar kejadian itu dilaporkan ke kepolisian. Sebab jika dibiarkan, maka akan mencoreng kerja sama dua negara itu.

"Kenapa tidak pernah dilaporkan ke polisi? Negara dirugikan. Kalau katanya sudah diganti, mengganti memang gampang, tapi pertanggung jawaban kita bagimana? Saya minta pertanggung jawaban, laporkan ke polisi, dan saya minta bukti pelaporan," katanya saat rapat di DPRD bersama pihak MRT.

Menanggapi Prasetio, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengakui sistem pengamanan di kantor Depo MRT pada saat itu memang belum memadai.

"Jadi itu sudah lama sekali sejak 2018. Seingat saya, mungkin waktu itu pengamanan kami tidak sebaik sekarang, jadi itu kehilangan di kantor Depo. Kita sudah berusaha cari, dan saat itu kita belum ada CCTV. Yang kami lakukan saat itu adalah mengganti," terangnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengaku akan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polda Metro Jaya secepatnya.

Baca Juga: Pemuda Ngamuk di MRT, Protes Larangan Makan Minum, Endingnya Bikin Kesal

"Siap, secepatnya akan kita buat laporan," tandasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait