SuaraJakarta.id - Penerima bantuan sosial tunai atau BST tahap 2 DKI Jakarta berkurang 186.882 KK (kepala keluarga). Hal ini berdasarkan hasil pemutakhiran data Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta.
Total, jumlah penerima BST Tahap 2 sebanyak 1.805.216 KK. Jumlah ini menurun dibanding penerima BST tahap 1 pada Januari lalu sebanyak 1.992.098 KK.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam diskusi virtual, beberapa waktu lalu.
"Kami melakukan pemutakhiran data melalui musyawarah kelurahan, itu sudah dilaksanakan," kata Riza dilansir dari Antara, Jumat (12/3/2021).
Baca Juga:Klaim Aduan Warga, Gerindra DKI: Duit BST Banyak Disunat Oknum RT/RW
Pemutakhiran data itu pulalah yang menyebabkan pencarian BST DKI tahap 2 yang seharusnya pada Februari menjadi tertunda.
Riza memastikan BST DKI tahap 2 itu akan segera disalurkan pada minggu kedua bulan Maret secara serentak melalui rekening Bank DKI.
"Penundaan karena adanya perubahan data seperti penerima manfaat meninggal dunia, pindah dari kota Jakarta, perubahan status perkawinan, program keluarga harapan, hingga telah memiliki penghasilan tetap (perubahan status ekonomi)," paparnya.
"Untuk tahap 2 akan segera dilaksanakan, karena perbaikan sudah rampung," Riza menambahkan.
Riza menatakan, sejak awal pandemic pihaknya telah mendukung agar bantuan sosial diberikan secara tunai. Sebab mampu menggerakkan ekonomi.
Baca Juga:Ketahuan Pakai BST Buat Beli Rokok dan Miras, Wagub DKI: Bakal Dicabut
Berbeda dengan bansos sembako yang hanya menguntungkan pengusaha-pengusaha besar yang mendapatkan pengadaan dari sembako bansos tersebut.
- 1
- 2