facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Viral Hadang Serda Nurhadi, 11 Debt Collector Diupah hingga Rp 1 Juta

Rizki Nurmansyah Senin, 10 Mei 2021 | 18:33 WIB

Viral Hadang Serda Nurhadi, 11 Debt Collector Diupah hingga Rp 1 Juta
Anggota TNI diserbu debt collector dituduh bawa kabur mobil (IG/infokomando)

Sebagian dari debt collector itu merupakan mantan sekuriti.

SuaraJakarta.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, 11 debt collector ilegal yang viral menghadang Serda Nurhadi menerima upah bervariasi.

Yusri menjelaskan, para debt collector itu mendapat upah mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per orang.

"Tergantung dari jenis kendaraannya," bebernya kepada wartawan, Senin (10/5/2021).

Lebih jauh Yusri mengungkapkan, sebagian dari debt collector itu merupakan mantan sekuriti.

Baca Juga: Debt Collector Penghadang Serda Nurhadi Eks Sekuriti Korban PHK

Mereka dinonaktifkan sebagai sekuriti karena dampak pandemi Covid-19.

"Dikarenakan pandemi Covid-19 para pelaku dinonaktifkan pekerjaannya. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari para pelaku menyambi sebagai debt collector," jelasnya.

Debt Collector Ilegal

Yusri sebelumnya menyebut 11 debt collector yang menghadang Serda Nurhadi ilegal. Mereka tidak dibekali Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan alias SPPP.

"Ini preman-preman semuanya, tidak sah. Ini mereka ilegal semuanya, tidak punya kekuatan hukum," kata Yusri saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Utara, Senin (10/5/2021).

Baca Juga: Viral Pemudik Jebol Penyekatan di Bekasi, Polda Metro Jaya Tambah Personel

Yusri lantas menuturkan sebelas debt collector ilegal itu direkrut oleh PT ACKJ.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait