facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tambah Kapasitas Server dan Back Up di Singapura, Situs PPDB DKI Masih Bermasalah

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Senin, 07 Juni 2021 | 19:47 WIB

Tambah Kapasitas Server dan Back Up di Singapura, Situs PPDB DKI Masih Bermasalah
PPDB DKI Jakarta 2021/2022. (bidikan layar https://ppdb.jakarta.go.id/)

Server PPDB DKI memiliki hard disk sampai 109 gigabyte.

SuaraJakarta.id - Situs PPDB DKI Jakarta www.ppdb.jakarta.go.id mengalami masalah hingga sulit untuk diakses. Padahal, sejumlah upaya sudah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) agar tidak terjadi masalah.

Humas Disdik DKI, Taga Radja Gah menjelaskan, untuk mempersiapkan PPDB DKI Jakarta tahun ajaran 2020/2021, pihaknya sudah menambah bandwidth atau kapasitas untuk situs agar bisa diakses banyak orang hingga 8 Gigabyte. Jumlah ini naik 2 Gigabyte dibandingkan tahun lalu.

"Secara sistem buat informasi saja, bandwitch yang kita gunakan itu 8 giga, naik 2 giga dari tahun lalu. Jumlah servernya 65, total CPU-nya 370 giga, kemudian total RAM-nya itu 815 gigabyte," ujar Taga dalam diskusi virtual, Senin (7/6/2021).

Selain itu, server PPDB DKI dibuat pihaknya memiliki hard disk sampai 109 gigabyte. Bahkan untuk back up atau cadangan datanya juga disiapkan di Singapura.

Baca Juga: Syarat PPDB Online 2021 untuk SMP dan Jalur Khusus

"Total hard disk-nya itu hampir 109.030 gigabyte, hardisk. Back up datanya dua lokasi, ada di Singapura satu, di Indonesia satu," jelasnya.

Karena itu, ia menilai sebenarnya upaya Disdik DKI dalam mempersiapkan PPDB DKI Jakarta ini sudah maksimal. Namun ia memang mengakui adanya masalah hingga server melambat.

"Artinya sesungguhnya ini luar biasa persiapan teknisnya. Makanya sedang kita kaji nih. Sekali lagi, keterlambatan ini bukan sebuah kesengajaan. Kita berbulan-bulan persiapan ini, enggak main-main," tegasnya.

Salah satu faktornya adalah jumlah pengakses situs terlalu banyak dalam waktu yang bersamaan.

Sebab, PPDB DKI jalur prestasi ini diakses oleh semua peserta, bukan per zonasi dan untuk SMP dan SMA sederajat berbarengan.

Baca Juga: Server Bermasalah, Disdik DKI Siapkan Skema Buka-Tutup Pendaftaran

"Tetapi kalau terjadi seperti ini (server lambat) mending kita cari solusinya. Mungkin akan kita pikirkan apakah memang perlu berbeda waktu (pendaftaran) antara SMP SMA dan SMK, tapi nanti kita akan sampaikan ke pimpinan," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait