![Seniman Lenong Betawi menampilkan pertunjukan rakyat secara virtual di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Selasa (8/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/12/08/33480-lenong-virtual.jpg)
Gambang Kromong ini banyak dipengaruhi oleh unsur alat musik Cina seperti, tehyan, kongahyan dan sukong, selebihnya adalah alat musik kempor, ningnong dan kecrek.
Pementasan Lenong terbagi menjadi dua aliran atau genre yaitu, aliran Dines dimana pemeran mengenakan tampilan yang lebih rapi dan cerita yang dibawakan seputar pekerjaan atau kaum bangsawan seperti, cerita 1001 malam.
Kedua yaitu, aliran Preman cerita yang dibawakan lebih sering menceritakan tentang kehidupan sehari-hari, mulai dari bahasa hingga pakaian yang dikenakan. Beberapa Lenong preman ini adalah Cerita si Pitung, Abang Jampang, Wak Item, dan lain-lain.
Lenong Betawi mulanya dipentaskan di pinggir jalan atau acara-acara pernikahan. Namun, pada tahun 1970 Lenong Betawi mulai dipentaskan secara rutin di Taman Ismail Marzuki.
Baca Juga:Penghulu Kawin Kontrak Ternyata Abal-abal, Kemenag: Bisa Diciduk
Dalam perjalannya, Lenong Betawi melahirkan beberapa seniman legenda yang namanya masih banyak diketahui oleh remaja lintas zaman, antara lain
1. Nasir
Nasir semasa hidup sangat konsisten untuk menghidupkan budaya asli Betawi melalui kesenian lenong yang digelutinya. Sejak umurnya masih 14 tahun ia sudah terjun di dunia Lenong dan Topeng Betawi. H. Nasir meninggal dunia pada 12 April 2006 setelah sempat menderita asma.
2. Bodong
Bersama Mpok Nori membintangi sinetron "Pepesan Kosong", nama Bodong juga ikut melambungkan namanya. Haji Bodong juga membintangi sinetron yang sangat populer masa itu yakni " Si Doel Anak Sekolahan". Maestro topeng Betawi ini wafat di umurnya yang ke-90 akibat sakit diabetes dan paru-paru.
Baca Juga:Investasi Bodong, HS Lucky Star Bisa Liburan Keluar Negeri, Beli Rumah dan Mobil
3. Bokir