Keras! Pedagang Pasar Serpong Tolak Rencana PPN Sembako: Bakal Imbas ke Warga

Kompak menolak rencana pengenaan pajak sembako lantaran khawatir bakal berdampak buruk

Rizki Nurmansyah
Kamis, 10 Juni 2021 | 19:54 WIB
Keras! Pedagang Pasar Serpong Tolak Rencana PPN Sembako: Bakal Imbas ke Warga
Salah seorang pedagang sembako di Pasar Serpong, Tangsel, Kamis (10/6/2021). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]

SuaraJakarta.id - Sejumlah pedagang sembako di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan menolak rencana pengenaan PPN sembako oleh pemerintah pusat.

Mereka kompak menolak rencana pengenaan pajak sembako lantaran khawatir bakal berdampak buruk, di mana barang dagangan bisa tak laku terjual.

Salah satu penolakan terkait rencana PPN sembako itu disampaikan salah satu pedagang bernama Pramsyah.

Menurutnya, pengenaan pajak sembako bakal sangat berdampak. Bukan hanya bagi pedagang, tapi juga masyarakat.

Baca Juga:Wacana Pajak Sembako, Ibu-ibu di Pontianak Menjerit

"Nggak setuju nanti bakal imbas ke pedagang dan masyarakat," katanya kepada SuaraJakarta.id, Kamis (10/6/2021).

Pramsyah mengemukakan, meski pengenaan PPN sembako belum diberlakukan, saat ini penjualan menurun.

Hal itu imbas dari ketidakpastian harga pada sejumlah sembako, terutama telur.

Setiap hari, kata Pram, harga telur berubah-ubah. Kadang saat membeli harga sedang naik, tetapi usai stok tersedia justru harga turun.

"Kita nombok. Misalnya, ada pembeli yang mintanya harga kemarin saat turun, padahal sudah naik lagi. Akhirnya, banyak yang gak mau beli, pada mikir-mikir, cari yang murah di tempat lainnya," paparnya.

Baca Juga:Anak Buah Sri Mulyani Disemprot DPR Soal Sembako Bakal Kena Pajak

Dengan harga yang tak kunjung stabil ditambah dengan wacana pengenaan pajak sembako, dia merasa ada permainan harga di kalangan atas.

"Kayak dipermainkan harganya kalau begini terus," keluhnya.

Senada diungkapkan pedagang lainnya, Rahman. Dia keberatan dengan wacana pengenaan PPN sembako.

"Saya sih nggak setuju, nanti pelanggan bisa menurun banyak yang protes. Karena imbasnya pasti banyak pedagang yang menaikkan harga," ungkapnya.

Terkini, harga telur dan minyak alami kenaikan. Untuk telur, kini harganya Rp 26 ribu per kilogram, naik dari harga normal sekira Rp 21 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut berangsur sejak sebelum Idul Fitri.

Berikut sejumlah harga kebutuhan pokok di Pasar Serpong Tangsel hari ini, Kamis (10/6/2021):

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak