facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Gadis Tangerang Dibakar karena Menolak Lamaran, Tak Pulang Semalaman

Pebriansyah Ariefana Senin, 12 Juli 2021 | 11:18 WIB

Gadis Tangerang Dibakar karena Menolak Lamaran, Tak Pulang Semalaman
ILUSTRASI lokasi [suara.com/Ummi Hadyah Saleh]

Keluarga sudah menaruh kecurigaan jika gadis asal Cisauk itu meninggal dunia karena melihat sejumlah postingan di media sosial.

SuaraJakarta.id - Seorang gadis Tangerang dibakar karena menolak lamaran mantan pacarnya. Keluarga sudah menaruh kecurigaan jika gadis asal Cisauk itu meninggal dunia karena melihat sejumlah postingan di media sosial.

Hal itu diceritakan Aziz (45), ayah SZ (19). SZ meninggal secara tragis usai dibunuh oleh mantan pacarnya DS (20) dengan dibakar di kebun singkong di Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang. Mayatnya yang hangus terbakar ditemukan pada Jumat (9/7/2021).

Sejak kabar penemuan mayat dibakar itu, Aziz sudah curiga bahwa korban merupakan anaknya.

Pasalnya, sehari sebelum itu Kamis (8/7/2021) SZ tak pulang selama seharian. Hal itu membuatnya khawatir lantaran baru kali pertama anaknya tak pulang ke rumah.

Baca Juga: Sadis Banget! Gegara Sakit Hati Pria Bakar Mantannya di Kebun Kosong di Cisauk Tangerang

"Kamis itu biasanya berangkat kerja pulang jam 8. Tapi enggak pulang, nomor teleponya dialihkan nggak aktif. Pas saya lihat itu jenazah di Facebook, saya udah kerasa itu anak saya. Saya udah yakin banget, dari medsos segala macem. Dibatin saya yakin itu anak saya," kata Aziz kepada awak media di kediamannya, Minggu (11/7/2021).

Merasa yakin korban adalah anaknya, SZ. Aziz kemudian mendatangi kantor Polsek Cisauk untuk mengetahui ciri-ciri mayat yang tewas terbakar.

"Karena belum 24 jam anak saya hilang, saya enggak laporan. Saya bilang ke polisi, nanti jam 8 malam saya bikin laporan. Direspon bagus, sampai saya diajak tes DNA di RS Kramat Jati, Jakarta," ungkap Aziz.

Selain itu, Aziz pun turut menjalani pemeriksaan untuk mencocokan ciri-ciri korban. Aziz semakin yakin korban adalah anaknya setelah ditunjukkan potongan pakaian yang dipakai korban terakhir kali.

"Saya di BAP di sana. Ada potongan baju yang jadi barang bukti dan persis itu dipakai kerja anak saya, saya hafal bener. Pakai kaos yang motifnya batik, celana hitam karet," paparnya.

Baca Juga: Sakit Hati Keluarga Ditolak saat Lamaran, Mantan Pacar Bakar Gadis 19 Tahun

Setelah dipastikan korban adalah anaknya yang hilang, Aziz hanya bisa pasrah dan mencoba tegar menerima kenyataan anaknya meninggal secara tragis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait