Remaja di Bekasi Tewas Saat Bikin Konten TikTok Malaikat Maut, Polisi: Kelompok Rojali

"Rojali itu rombongan jamaah liar. Jadi mereka ini ada yang anak-anak punk, anak-anak jalanan," kata Argo.

Erick Tanjung | Muhammad Yasir
Kamis, 15 Juli 2021 | 18:47 WIB
Remaja di Bekasi Tewas Saat Bikin Konten TikTok Malaikat Maut, Polisi: Kelompok Rojali
Ilustrasi--Sejumlah remaja di Bekasi viral bikin konten TikTok Challenge "Malaikat Maut", Minggu (11/7/2021). Akibat peristiwa ini satu orang tewas terlindas truk. [Ist]

SuaraJakarta.id - Kasat Lantas Polres Bekasi Kabupaten Kompol Argo Wiyono menyebut rombongan remaja yang melakukan video challenge 'Malaikat Maut' di Cikarang Utara merupakan anak-anak punk dan jalanan. Mereka mengatasnamakan kelompoknya sebagai Rojali alias rombongan jamaah liar.

"Rojali itu rombongan jamaah liar. Jadi mereka ini ada yang anak-anak punk, anak-anak jalanan," kata Argo kepada wartawan, Kamis (15/7/2021).

Remaja tersebut rata-rata berusia 12-16 tahun. Mereka membuat konten video berbahaya itu lantaran ingin viral atau terkenal di media sosial. "Jadi kalau dari saksi-saksi itu niatnya hanya ingin viral supaya terkenal," beber Argo.

Tewas Terlindas

Baca Juga:Santai Masuk Tol JORR, Pemotor Mabuk Cengar-cengir usai Ditangkap Polisi

Seorang remaja berinsial FA (13) sebelumnya tewas tertabrak truk saat membuat konten video challenge 'Malaikat Maut' di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban diduga terinspirasi dari aplikasi TikTok.

Argo ketika itu menuturkan peristiwa terjadi pada Minggu (10/7) lalu. Selain FA ada rekannya yang kekinian tengah dirawat lantaran menderita luka parah.

"Jadi di TikTok itu ada challenge Malaikat Maut. Jadi mereka itu seolah-olah ditabrak habis itu minggir. Jadi bikin konten," ujar Argo.

Sebelum peristiwa ini terjadi, FA bersama teman-temannya ternyata telah membuat tujuh kali video challenge 'Malaikat Maut'. Saat membuat video kedelapan korban tertabrak dan terlindas hingga tewas usai mencoba menghadang truk.

"Video itu kan membahayakan. Kemarin pas yang kedelapan itu sopir-sopir mungkin sudah dengar nih ada kelompok-kelompok penghadang. Apakah itu emang sengaja atau dalam keadaan darurat makanya dia tidak ada mengerem," bebernya.

Baca Juga:Awas! Jangan Kendarai Skuter Listrik Sembarangan di Bekasi Bisa Kena Tilang

Kekinian, kata Argo, pihaknya masih menyelidiki kasus ini. Dia mengimbau kepada anak-anak dan remaja tidak membuat konten video serupa yang membahayakan

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini