alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Fakta dan 4 Kontroversi Warna Pesawat Kepresidenan, Boros Duit saat Pandemi COVID-19

Pebriansyah Ariefana Rabu, 04 Agustus 2021 | 13:17 WIB

Fakta dan 4 Kontroversi Warna Pesawat Kepresidenan, Boros Duit saat Pandemi COVID-19
warna pesawat kepresidenan. (Twitter/Alvin Lie)

Meski banyak dikritik, ada banyak juga pihak yang membela perubahan warna pesawat ini.

SuaraJakarta.id - Pemerintahan Jokowi dituding boros dan foya-foya dengan proyek ganti warga pesawat Kepresidenan di masa pandemi COVID-19. Bahkan biaya yang dikeluarkan pemerintah mencapai Rp 2 miliar.

Warna cat pesawat kepresidenan Indonesia telah berubah dari warna biru langit menjadi warna merah putih.

Meski banyak dikritik, ada banyak juga pihak yang membela perubahan warna pesawat ini.

Menarik untuk diketahui berbagai hal seputar pesawat kepresidenan Indonesia. Mulai dari harga, spesifikasi, hingga keistimewaannya.

Baca Juga: Pesawat Kepresidenan Dicat Merah Putih di Tengah Pandemi, Roy Suryo: Tidak Punya Empati

Harga pesawat kepresidenan Indonesia

Presiden Jokowi membuka pertemuan Forum Rektor. [Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
Presiden Jokowi membuka pertemuan Forum Rektor. [Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]

Pesawat kepresidenan Indonesia jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) itu dibeli dengan harga 91,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 820 miliar.

Adapun perinciannya, 58,6 juta dolar AS untuk badan pesawat, USD 27 juta untuk interior kabin, 4,5 juta dolar AS untuk sistem keamanan, dan 1,1 juta dolar AS untuk biaya administrasi.

Spesifikasi pesawat kepresidenan Indonesia

Spesifikasi pesawat kepresidenan jenis Boeing Business Jet (BBJ) 2 ini berasal dari tipe 737-800. Pesawat kepresidenan Indonesia ini dipesan tahun 2011.

Baca Juga: Pesawat Kepresidenan Indonesia: Harga, Spesifikasi, Keistimewaan dan Kontroversi

Jokowi sebut ASN bukan pejabat seperti di zaman kolonial. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden)
Jokowi sebut ASN bukan pejabat seperti di zaman kolonial. (Tangkapan layar/Youtube Sekretariat Presiden)

Pesawat tersebut mulai digunakan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mulai tahun 2014.

Baca Juga

Berita Terkait