Aniaya Mertua hingga Tewas, Gogon Sempat Dimodali Jualan Nasi Uduk

Gogon menganiaya mertua hingga akhirnya meninggal, diduga sakit hati karena dinasihati sebab tidak memiliki pekerjaan.

Rizki Nurmansyah | Yaumal Asri Adi Hutasuhut
Rabu, 04 Agustus 2021 | 17:23 WIB
Aniaya Mertua hingga Tewas, Gogon Sempat Dimodali Jualan Nasi Uduk
Anggota Polsek Cengkaren saat menangkap Andi alias Gogon (bawah), pelaku yang menganiaya mertua hingga tewas. [Dok. Polisi]

SuaraJakarta.id - Andi alias Gogon (30), pelaku penganiayaan hingga menyebabkan mertuanya Suyono meninggal dunia, sempat dimodali untuk berdagang nasi uduk.

Usaha nasi uduk itu dimodali langsung oleh istri Suyono yang juga mertua perempuan Gogon.

Menurut Hasibuan (45), tetangga sekaligus kerabat korban, Gogon sudah menganggur selama kurang lebih satu bulan. Sebelumnya dia bekerja serabutan.

Karena sudah tidak bekerja, Gogon dan istrinya akhirnya disewakan kontrakan oleh istri Suyono, tepat bersebelahan dengan rumah kontrakan korban.

Baca Juga:Sakit Hati Ditegur Tak Punya Pekerjaan, Jadi Alasan Gogon Aniaya Mertua hingga Meninggal

Kemudian dimodali untuk membuka usaha kecil-kecilan berjualan nasi uduk.

"Pelaku dikasih modal sama ibunya (istri korban) untuk berjualan nasi uduk di depan kontrakan," kata Hasibuan kepada wartawan di lokasi, Rabu (4/8/2021).

Hasibuan (45) tetangga sekaligus kerabat korban menceritakan kronologi kasus penganiayaan yang menimpa Suyono (68) yang dilakukan menantunya, Andi alias Gogon, saat ditemui wartawan di Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (4/8/2021). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]
Hasibuan (45) tetangga sekaligus kerabat korban menceritakan kronologi kasus penganiayaan yang menimpa Suyono (68) yang dilakukan menantunya, Andi alias Gogon, saat ditemui wartawan di Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (4/8/2021). [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut]

Gogon pun sempat menjalani usaha nasi uduk itu sebelumnya peristiwa menantu aniaya mertua itu terjadi di sebuah kontrakan di Pedongkelan, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (7/7/2021) lalu.

"Sudah mulai jualan. Jualannya itu setiap sore," imbuh Hasibuan.

Hasibuan menambahkan, korban sendiri sangat baik kepada menantunya itu. Sepengatahuannya hubungan keduanya baik dan tidak pernah terjadi konflik.

Baca Juga:Mengering di Tembok Kamar, Jejak Darah Mertua yang Tewas Dilinggis Gogon

Kebaikan Suyono kepada menantunya itu, dibuktikan dengan anak Gogon yang sejak lahir diasuh oleh Suyono dan istrinya. Kekinian anak Gogon duduk di kelas 2 SD.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini