alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Rumah Lengkong, Saksi Bisu Gugurnya Mayor Daan Mogot

Rizki Nurmansyah Selasa, 17 Agustus 2021 | 10:10 WIB

Rumah Lengkong, Saksi Bisu Gugurnya Mayor Daan Mogot
Rumah Lengkong atau Palagan Lengkong, cagar budaya yang menyimpan sejarah gugurnya Mayor Daan Mogot dan pasukannya oleh tentara Jepang, di Lengkong, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (16/8/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy Hikmatullah]

Lokasi Rumah Lengkong yang menjadi saksi bisu gugurnya Mayor Daan Mogot berada di kawasan perumahan elite di Lengkong, Serpong, Tangsel.

SuaraJakarta.id - Rumah Lengkong atau Palagan Lengkong merupakan salah satu peninggalan bersejarah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rumah itu jadi saksi bisu gugurnya Mayor Daan Mogot diberondong peluru oleh tentara Jepang.

Lokasi Rumah Lengkong tersamarkan lantaran berada di kawasan perumahan elite di Lengkong, Serpong, Tangsel.

Bangunan Rumah Lengkong masih kokoh dengan cat tembok putih berpadu dengan warna hijau pada jendela, pintu hingga atapnya.

Baca Juga: Ini Bangunan Bersejarah di Kota Solo yang Menjadi Saksi Bisu Kemerdekaan RI

Di balik itu, bangunan tersebut menyimpan sejarah gugurnya salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia, Mayor Daan Mogot, yang saat itu menjabat direktur angkatan militer Tangerang.

Selain Mayor Daan Mogot, turut gugur pula dua perwira lainnya, yakni Letnan 1 Soebianto Djojohadikoesomo dan Letnan 1 Soetopo sebagai Polisi Tentara Resimen IV Tentara Rakyat Indonesia (TRI). Serta puluhan taruna Akademi Militer (Akmil) Tangerang lainnya. Peristiwa berdarah itu terjadi pada Jumat, 25 Januari 1946.

Daan Mogot (ist)
Daan Mogot (ist)

Untuk memperingati HUT ke-76 RI, Sejarawan Kota Tangerang Selatan TB Sos Rendra menceritakan kilas balik peristiwa berdarah, untuk mengenang para pahlawan yang gugur di sebuah markas perkebunan karet itu.

Kepada SuaraJakarta.id—grup Suara.com—Rendra bercerita, peristiwa berdarah di Rumah Lengkong bermula saat Mayor Daan Mogot berencana melucuti senjata tentara Jepang yang menguasai markas di perkebunan karet di Lengkong.

Tentara Jepang itu dipimpin Kapten Abe. Mereka datang dari markas di Bogor menuju Tangerang dan singgah di Lengkong pada 25 Desember 1945.

Baca Juga: Viral Penjual Bendera Salat di Pinggir Jalan Daan Mogot, Netizen: Masya Allah

"Sebelum Mayor Daan Mogot datang, pasukan tentara Jepang dipimpin Kapten Abe, mendapat serangan dari Laskar Rakyat Serpong. Sayangnya, serangan itu gagal dan markas bekas Belanda itu berhasil dikuasai tentara Jepang," kata Rendra bercerita, Senin (16/8/2021).

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait