facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ramai Karangan Bunga Dukung Interpelasi Anies, PKS Duga Kiriman Segelintir Orang

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Kamis, 02 September 2021 | 19:53 WIB

Ramai Karangan Bunga Dukung Interpelasi Anies, PKS Duga Kiriman Segelintir Orang
Karangan bunga berjajar di luar Gedung DPRD DKI Jakarta yang dikirim berbagai pihak sebagai bentuk dukungan terhadap pengguliran hak interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan terkait balapan Formula E, Kamis (2/9/2021). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih]

Yani bahkan mengklaim kelompok masyarakat yang menolak pengguliran interpelasi jauh lebih banyak.

SuaraJakarta.id - Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta menilai ramainya karangan bunga sebagai bentuk dukungan interpelasi terhadap Gubernur Anies Baswedan adalah hal yang biasa. Bahkan pengirimnya dinilai hanya dari segelintir orang saja.

Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, Achmad Yani mengatakan, pengiriman karangan bunga adalah hal yang sering terjadi.

"Jadi ini karangan bunga teman-teman bisa tanyakan siapa yang mengirim. Jangan-jangan yang ngirim cuma segelintir orang," ujar Yani di gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (2/9/2021).

Yani bahkan mengklaim kelompok masyarakat yang menolak pengguliran interpelasi jauh lebih banyak. Bedanya, mereka tidak sampai mengirimkan karangan bunga.

Baca Juga: Anies Beri Beasiswa untuk Anak dari Nakes yang Gugur Akibat COVID-19 hingga Rp 20 Juta

"Sementara banyak warga masyarakat yang sesungguhnya mereka merasakan apa yang dilakukan oleh Gubernur itu sudah tepat," tuturnya.

Fraksi PKS sendiri, lanjut Yani, menilai interpelasi bukan hal yang patut dilakukan saat ini.

Ia menyebut yang lebih penting saat ini adalah mengupayakan Jakarta bisa segera bangkit melawan pandemi Covid-19.

"Bagaimana kita bisa fokus memberikan pelayanan memperjuangnkan nasib rakyat yang memang dalam kondisi pandemi seperti ini. Dengan apa? Dengan pembangunan yang akan kita lakukan," katanya.

Saat ini, kata Yani, banyak agenda yang lebih penting dikerjakan oleh DPRD DKI. Mulai dari merampungkan revisi RPJMD, P2APBD, hingga menyelesaikan Raperda lainnya.

Baca Juga: Mardani PKS: Masa Jabatan Presiden 3 Periode Ide Zalim, Publik Harus Menentang!

"Karena sesungguhnya, masalah Formula E sudah selesai karena sudah dianggarkan tahun 2019. Kemudian kami juga sudah membahas di komisi-komisi dan sudah diberikan penjelasan dari pemprov DKI," ucap Yani.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait