alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ferdinand Nilai KPK Perlu Telusuri Pembangunan Tugu Sepatu, Ini Alasannya

Rizki Nurmansyah Minggu, 19 September 2021 | 14:40 WIB

Ferdinand Nilai KPK Perlu Telusuri Pembangunan Tugu Sepatu, Ini Alasannya
Sebuah bangunan menyerupai tugu berbentuk sepatu berdiri di pinggir Jalan Sudirman, tepatnya dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat. (Ist)

Ferdinand menilai, pembangunan Tugu Sepatu tampak identik dan memiliki kemiripan dengan sepatu merek tertentu.

SuaraJakarta.id - Pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean menilai perlunya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri dugaan gratifikasi kepada pejabat Pemprov DKI Jakarta atas pembangunan Tugu Sepatu di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Hal itu disampaikan mantan politisi Partai Demokrat tersebut melalui cuitan di akun Twitter-nya, Minggu (19/9/2021).

"Sepertinya @KPK_RI perlu menelusuri adanya dugaan gratifikasi kepada pejabat Pemprov @DKIJakarta atas pembangunan TUGU SEPATU," tweet Ferdinand dikutip SuaraJakarta.id—grup Suara.com.

Ferdinand menilai, pembangunan Tugu Sepatu tampak identik dan memiliki kemiripan dengan sepatu merek tertentu.

Baca Juga: Vandalisme di Tugu Sepatu, Wagub DKI: Semoga Pelaku Bisa Ditemukan

"Mengapa designnya mirip? Patut diduga ada gratifikasi yang perlu ditelusuri..!" cuit Ferdinand.

Cuitan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean soal pembangunan Tugu Sepatu. [Twitter@FerdinandHaean3[
Cuitan mantan politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean soal pembangunan Tugu Sepatu. [Twitter@FerdinandHaean3[

Pembangunan Tugu Sepatu

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Jakarta Experience Board (JXB) berkolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif sepatu lokal Compass, memasang instalasi sepatu raksasa bertajuk Xpresikan Warnamu di sejumlah titik di Ibu Kota. Salah satunya di kawasan Stasiun Sudirman, Jakarta Pusat.

Instalasi sepatu raksasa tersebut menandai dimulainya rangkaian acara Festival Kolaborasi Jakarta 2021.

Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Disparekraf DKI Jakarta, Gumilar Ekalaya mengatakan instalasi itu bukan hanya sekedar mempercantik ruang publik semata.

Baca Juga: Dewan Pengawas Tolak Laporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli secara Pidana

“Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pelaku ekonomi kreatif terhadap Tahun Internasional Ekonomi Kreatif 2021 yang dicanangkan oleh UNCTAD. Kami menyambutnya dengan turut menggelar instalasi dari para pelaku ekonomi kreatif," kata Gumilar kepada wartawan, Jumat (17/9/2021).

Kegiatan ini juga diharapkan bisa memberikan dampak positif pada perekonomian ibu kota. Khususnya, bagi pelaku usaha lokal yang terdampak pandemi Covid-19.

"Tujuannya, untuk membangkitkan dan memberikan dukungan kepada pelaku ekonomi kreatif di Jakarta untuk tetap berkreasi di tengah tantangan pandemi,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, lanjut Gumilar, diharapkan dapat mewujudkan pemulihan ekonomi nasional. Ia juga ingin Jakarta sebagai Kota Kolaborasi melalui kampanye kreatif di ruang publik Jakarta serta menyukseskan city branding +Jakarta Kota Kolaborasi bisa juga diwujudkan.

"Dengan sinergitas yang efektif antara pemerintah bersama dengan seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di Jakarta, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di Jakarta bisa bangkit dan pulih lebih cepat," katanya.

Untuk diketahui, instalasi sepatu XPRESI dari Compass akan dipajang di 3 titik pada 17 – 26 September 2021, yakni di Stasiun BNI City Taman Dukuh Atas, Lapangan Banteng, dan Alun-Alun Velodrome.

Pembangunan instalasi ini merupakan inisiasi dari pelaku ekonomi kreatif yang bersifat non-budgeter APBD. Pemprov DKI memfasilitasi dengan menyediakan ruang publik yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Jakarta.

Instalasi seni ini dilengkapi dengan QR code yang dapat dipindai, sehingga masyarakat dapat membaca surat terbuka yang ditujukan kepada para pejuang kreatif.

Surat ini berisi ajakan kepada seluruh elemen, terutama para pelaku ekonomi kreatif untuk bisa melakukan pendekatan adaptasi, inovasi dan kolaborasi untuk dapat bertahan di masa sulit.

Instalasi yang hadir di Ibu Kota ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk membuat gerakan-gerakan kolaborasi yang lebih besar.

"Sehingga, Jakarta sebagai kota metropolitan, layak menjadi sebuah kanvas yang bisa dilukis oleh warga kota untuk berekspresi, berkreasi, dan berinovasi bersama," tuturnya.

Tugu Sepatu yang baru diresmikan jadi sasaran vandalisme orang tak dikenal. [Instagram@arizapatria]
Tugu Sepatu yang baru diresmikan jadi sasaran vandalisme orang tak dikenal. [Instagram@arizapatria]

Diketahui, Festival Kolaborasi Jakarta yang sebelumnya disebut Jakarta Development Collaborative Network atau JDCN diselenggarakan setiap tahun. Dengan berbagai rangkaian acara, di antaranya diskusi, kompetisi, hingga forum internasional yang akan membahas beragam topik penting tentang kota.

Informasi lebih lanjut perihal Festival Kolaborasi Jakarta 2021 dapat diakses langsung oleh masyarakat melalui akun resmi Instagram @festivalkolaborasijkt.

Sebuah bangunan menyerupai tugu berbentuk sepatu berdiri di pinggir Jalan Sudirman, dekat Stasiun Sudirman BNI City, Jakarta Pusat. Instalasi ini dibangun untuk memperindah jalanan ibu kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria Patria mengatakan, pembuatan Tugu Sepatu ini merupakan hasil kerja BUMD Jaktour yang melakukan kolaborasi dengan sejumlah pihak.

"Kami ingin mempercantik kota Jakarta diantaranya dengan tugu sepatu. Itu hasil kolaborasi, itu tanyakan sama Jaktour ya detailnya," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/9) kemarin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait