alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kronologi Pembunuhan Sertu Yorhan Lopo Saat Lerai Keributan di Depok

Rizki Nurmansyah | Muhammad Yasir Jum'at, 24 September 2021 | 14:42 WIB

Kronologi Pembunuhan Sertu Yorhan Lopo Saat Lerai Keributan di Depok
Ivan Vector Dethan, tersangka pembunuhan anggota TNI Sertu Yorhan Lopo, dalam ungkap kasus di Polres Metro Depok, Jumat (24/9/2021). [Suara.com/Muhammad Yasir]

Jenazah Sertu Yorhan sebelumnya ditemukan di sebuah lahan kosong di Depok, Kamis pagi.

SuaraJakarta.id - Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengungkap kronologi pembunuhan anggota TNI Sertu Yorhan Lopo oleh tersangka Ivan Vector Dethan.

Pelaku berdalih membunuh Yorhan atas dasar solidaritas terhadap temannya berinisial Marnus Surya Adiesta alias Majer.

"Pelaku tidak mabuk cuma karena solidaritas teman-temannya saja," kata Imran di Mapolres Metro Depok, Jawa Barat, Jumat (24/9/2021).

Imran menuturkan kasus pembunuhan ini berawal ketika Majer bersitegang dengan seseorang bernama Adam Y Sesfao. Selanjutnya, Majer memanggil teman-teman satu daerahnya yang salah satunya yakni tersangka Ivan.

Baca Juga: DPRD Menilai Ganjil Genap di Margonda Depok Kurang Tepat

"Kemudian tersangka inisial I (Ivan) ini menusuk saudara A (Adam) mengenai paha kanan," tutur Imran.

Melihat keributan itu, selanjutnya Sertu Yorhan mencoba melerai. Namun tiba-tiba tersangka Ivan tanpa basa-basi justru menusuk bagian dada korban hingga meninggal dunia.

"Secara spontanitas tersangka langsung menusuk pisau tepat di dada sebelah kiri korban sehingga korban meninggal dunia," ungkap Imran.

Berdasar hasil pemeriksaan sementara, Ivan mengaku menusuk Adam dan Sertu Yorhan dengan sebilah pisau lipat. Dia sengaja mempersiapkan pisau lipat tersebut ketika dihubungi oleh Majer.

"Dia bawa karena ada konflik itu dia persiapkan dari rumah," jelas Imran.

Baca Juga: Anggota TNI Dibunuh Ditemukan di Lahan Kosong Cimanggis Depok

Kekinian atas perbuatannya Ivan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dijerat dengan Pasal 338 dan 351 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait