facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

100 Orang Keracunan Makanan dan 1 Anak Meninggal Setelah Takziah ke Almarhum Syahrul

Pebriansyah Ariefana Minggu, 03 Oktober 2021 | 08:50 WIB

100 Orang Keracunan Makanan dan 1 Anak Meninggal Setelah Takziah ke Almarhum Syahrul
ILUSTRASI korban keracunan. (Sukabumiupdate.com/Istimewa]

Kini kepolisi langsung melakukan penyelidikan atas kejadian keracunan secara massal itu.

SuaraJakarta.id - Sebanyak 100 orang keracunan makanan acara takziah. Kini kepolisi langsung melakukan penyelidikan atas kejadian keracunan secara massal itu.

Kejadian keracunan itu di rumah duka, Dusun Pangkajene, Desa Pakabba, Kecamatan Gelesong Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Masih proses lidik. Kasat Reskrim masih kumpulkan data-data dan lainnya. Saat ini fokus dulu penyelamatan warga," ujar Kapolres Takalar AKBP Beny Murjayanto saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Sabtu (2/10/2021).

Sejauh ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap korban yang menyantap makanan nasi dos, usai mengikuti takziah di rumah duka almarhum Syahrul pada Rabu (29/9) malam, termasuk mengambil sampel makanan tersebut yang dipesan melalui katering untuk diteliti lebih lanjut.

Baca Juga: Polisi Selidiki Keracunan Massal di Takalar

"Sementara masih didata. Ada sekitar 55 orang warga sudah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit untuk dirawat. Dan ada satu orang meninggal dunia di rumah sakit di Makassar," ujarnya singkat.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan melalui keterangan persnya membenarkan ada kejadian keracunan massal di Takalar.

Seorang warga korban keracunan dinyatakan meninggal dunia.

"Satu korban keracunan tersebut dinyatakan meninggal dunia oleh pihak keluarga hari ini, sekitar pukul 09.20 WITA yaitu HR (8). Korban dirawat di Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, merupakan warga Desa Bontolanra, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar," katanya lagi.

Saat ini, korban keracunan sudah dievakuasi ke puskesmas dan rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.

Baca Juga: Waduh! Pekerja di Sulawesi Selatan Belum Dapat Bantuan Subsidi Upah

Namun sebagian warga memilih dirawat di rumah masing-masing, karena takut akan tertular COVID-19 bila dibawa ke rumah sakit.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait