alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mabuk dan Ogah Bayar PSK, Pria di Matraman Tewas Dikeroyok

Rizki Nurmansyah Senin, 18 Oktober 2021 | 17:24 WIB

Mabuk dan Ogah Bayar PSK, Pria di Matraman Tewas Dikeroyok
Ilustrasi pengeroyokan. [ANTARA]

Korban kemudian dikeroyok hingga tewas di lokasi kejadian.

SuaraJakarta.id - Seorang pria ditemukan tewas di pinggir rel kereta api di Matraman, Jakarta Timur. Pria berinisial S itu tewas dikeroyok.

Dua dari enam pelaku pengeroyokan telah diamankan petugas Polres Metro Jakarta Timur. Masing-masing berinisial FS dan JS.

Kekinian kedua pelaku pengeroyokan itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara empat pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Erwin Kurniawan menjelaskan, kasus pengeroyokan ini bermula saat korban dan temannya datang kemudian mabuk.

Baca Juga: Ogah Bayar Habis Kencan dengan Pekerja Seks, Seorang Pria Ditusuk Pakai Pecahan Botol

Setelahnya, korban melakukan transaksi dengan salah satu pekerja seks komersial, namun sesudahnya enggan membayar.

"Latar belakang terjadinya pengeroyokan ini karena cekcok. Korban dan temannya datang ke sana kemudian mabuk, melakukan transaksi dengan salah satu PSK. Setelah berhubungan badan tidak mau membayar," jelas Erwin, Senin (18/10/2021).

Korban kemudian dikeroyok hingga tewas di lokasi kejadian. Dari lokasi kejadian turut diamankan barang bukti berupa pecahan kaca botol yang digunakan untuk menusuk korban.

"Barang bukti yang ditemukan di lapangan. Pecahan botol yang diduga digunakan untuk menusuk korban hingga meninggal dunia, sepasang sepatu dengan bercak darah tersangka, dan sepatu milik korban yang meninggal dunia," ujar Erwin.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun hukuman penjara.

Baca Juga: Dibunuh karena Belum Bayar PSK, Polisi Buru 4 Orang Penusuk Sugito di Matraman

Polisi juga masih mengejar empat pelaku lainnya yang terlibat dalam pengeroyokan tersebut.

"Masih ada orang yang sedang kita kejar karena terduga ada enam orang yang melakukan itu masih dilakukan upaya pengejaran oleh Reskrim Matraman," tutur Erwin.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait