alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kondisi Pandemi Jakarta Membaik, Laba Bersih Bank DKI Naik 40,5 persen

Bimo Aria Fundrika | Fakhri Fuadi Muflih Kamis, 28 Oktober 2021 | 22:45 WIB

Kondisi Pandemi Jakarta Membaik, Laba Bersih Bank DKI Naik 40,5 persen
Bank DKI. (Foto: Antaranews.com)

Misalnya saja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI yang menunjukan kinerja positif.

SuaraJakarta.id - Kondisi pandemi Covid-19 di Jakarta belakangan ini menunjukan tren positif hingga kasus aktif berada di angka sekitar 1.000 orang. Situasi ini juga berdampak pada perekonomian ibu kota yang mulai bangkit.

Misalnya saja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bank DKI yang menunjukan kinerja positif. Pada bulan September 2021 saja, Bank DKI mencatat laba bersih tumbuh 40,5 persen ketimbang periode sebelumnya.

"Pencapaian laba bersih Bank DKI  mencatatkan kinerja positif sebesar Rp564 miliar atau tumbuh sebesar 40,5 persen per September 2021 dibanding periode sebelumnya sebesar Rp401 miliar," ujar Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10/2021).

Kinerja positif bank DKI juga terjadi pada penyaluran kredit sebesar 11,8 persen (YoY) dari Rp32,8 triliun per September 2020 menjadi Rp36,7 triliun per September 2021. 

Baca Juga: Laba Meningkat 73 Persen Dalam Setahun, Nilai Saham BBNI Auto Terbang!

Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan UUS Terbaik dalam Iconomics Syariah Award 2021.
Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI ditetapkan sebagai salah satu penerima penghargaan UUS Terbaik dalam Iconomics Syariah Award 2021.

"Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh pertumbuhan kredit segmen UMKM yang mencatatkan pertumbuhan 31,4 persen secara year-on-year (yoy), menjadi sebesar Rp2,0 triliun pada kuartal III tahun 2021," katanya.

Selanjutnya diikuti dengan segmen komersial dan korporasi yang tercatat naik 13,3 persen (YoY) menjadi Rp17,9 triliun. Lalu segmen konsumer yang tumbuh 8,3 persen menjadi Rp16,7 triliun hingga kuartal III tahun 2021.

"Sejumlah upaya perbaikan rasio kredit bermasalah yang dilakukan telah menunjukkan hasil yang baik,” kata Fidri.

Meski demikian, Fidri menyebut pihaknya tetap mewaspadai berbagai dampak yang akan terjadi imbas dari pemberlakuan PPKM kepada dunia usaha. 

Seiring dengan berbagai pertumbuhan kinerja yang dicatatkan, pihaknya sedang memperkuat fundamental bisnis dengan program transformasi 5.0.

Baca Juga: 6 Tahun Merugi, Bank Jago Akhirnya Catat Laba Bersih Rp14 Miliar

"Sejumlah rangkaian Transformasi 5.0 antara lain perbaikan struktur pendanaan, proses bisnis, hingga pengembangan terhadap produk yang ada," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait