facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 252 Orang, Wagub DKI: dari Impor 239 Kasus

Rizki Nurmansyah Rabu, 05 Januari 2022 | 07:05 WIB

Kasus Omicron di Jakarta Melonjak Jadi 252 Orang, Wagub DKI: dari Impor 239 Kasus
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota, Selasa (4/1/2022) malam. [ANTARA/Ricky Prayoga]

Dari jumlah kasus Omicron di Ibu Kota tersebut ada sebanyak 13 kasus yang merupakan transmisi lokal.

SuaraJakarta.id - Kasus Omicron di Jakarta bertambah 90 kasus. Total warga yang terkonfirmasi positif varian baru COVID-19 itu saat ini berjumlah 252 orang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan, dari jumlah kasus Omicron di Ibu Kota tersebut ada sebanyak 13 kasus yang merupakan transmisi lokal.

"Yang dari kasus impor 239 kasus," kata Wagub DKI di Balai Kota Jakarta, Selasa (4/1/2022) malam.

Riza mengungkapkan, saat ini seluruh pasien positif Omicron dirawat di dua tempat: RSPI Sulianti Saroso dan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

Baca Juga: Kasus Omicron Indonesia Tembus 254 Orang, Kemenkes Ungkap Gejala Paling Sering Terjadi

Lebih jauh, politisi Gerindra ini meminta warga Jakarta yang kini masih berada di luar negeri untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Tujuannya, lanjut dia, agar pelaku perjalanan dari luar negeri tidak terinfeksi Omicron dan menularkan ke orang lain ketika kembali ke Jakarta.

Hal ini mengingat mayoritas pasien terpapar COVID-19 varian Omicron adalah pelaku perjalanan dari luar negeri.

"Jadi, yang masih di luar negeri mohon menjadi perhatian, jangan sampai di sana lepas masker, tidak melaksanakan prokes di luar negeri tahu-tahu nanti di sana kena Omicron kemudian masuk Jakarta membawa Omicron," ujar Wagub DKI.

Sebagai langkah antisipasi transmisi lokal varian Omicron, Riza menyebut Pemprov DKI Jakarta mengikuti arahan yang sudah disampaikan pemerintah pusat.

Baca Juga: Varian Baru Sudah Menyebar Luas, WHO: Banyak Bukti Omicron Sebabkan Gejala Lebih Ringan

"Antisipasi sudah disampaikan pemerintah pusat, Satgas pusat, harus melaksanakan prokes, pastikan mendapatkan vaksin. Ketiga, semua dilakukan disinfektan, dibersihkan dimana pun lingkungan kita berada. Keempat tidak kalah penting, yang berangkat kembali ke Jakarta harus ada tes PCR lagi, kemudian harus dikarantina dan sebagainya," ujarnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait