Begini Skenario Gubernur Anies Baswedan soal Tarik Rem Darurat di Jakarta

Kebijakan tarik rem darurat baru akan dilakukan Anies ketika rumah sakit rujukan Covid-19 mulai penuh.

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih
Selasa, 01 Februari 2022 | 21:05 WIB
Begini Skenario Gubernur Anies Baswedan soal Tarik Rem Darurat di Jakarta
Ilustrasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. [Suara.com/Eko Faizin]

Meski demikian, Anies menyatakan tidak menutup kemungkinan kembali tarik rem darurat jika kasus aktif Covid-19 naik secara signifikan.

Selain itu, pihaknya juga akan meminta peningkatan kapasitas rumah sakit guna bisa menampung pasien Covid-19.

"Saat ini situasinya masih bisa dibilang secara jumlah masih relatif agak kecil. Kita pantau (terus) ke depannya, tapi tidak menutup semua kemungkinan," pungkas Anies Baswedan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau tenda darurat bagi ruang inap pasien COVID-19 di RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). [ANTARA/Mentari Dwi Gayanti]
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meninjau tenda darurat bagi ruang inap pasien COVID-19 di RSUD Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (24/6/2021). [ANTARA/Mentari Dwi Gayanti]

Sementara itu, pantauan SuaraJakarta.id dari laman corona.jakarta.go.id, tercatat ada penambahan 6.388 kasus positif Covid-19 di Jakarta hari ini, Selasa (2/1/2022).

Baca Juga:Update COVID-19 Jakarta 1 Februari: Positif 6.388, Sembuh 1.665, Meninggal 12

Sementara, sebanyak 1.665 orang telah dinyataan sembuh, dan jumlah warga yang meninggal bertambah 12 jiwa.

Sedangkan kasus aktif Covid-19 di Jakarta hari ini tercatat ada 36.881 kasus, atau ada penambahan 4.711 kasus.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini