facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sampah Menggunung di Kampung Nelayan Kalibaru, 250 Orang Petugas Dikerahkan Untuk Bersih-bersih

Erick Tanjung Rabu, 23 Februari 2022 | 16:01 WIB

Sampah Menggunung di Kampung Nelayan Kalibaru, 250 Orang Petugas Dikerahkan Untuk Bersih-bersih
Satu unit ekskavator mengangkat tumpukan sampah ke atas truk pengangkut sampah di kawasan perkampungan nelayan di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara pada Rabu (23/2/2022). Antara/ HO-Kominfotik Jakarta Utara

Kalau melihat kondisinya ini semoga bisa selesai sepekan. Panjang area yang kami atasi sampahnya sekitar 400 meter, kata Achmad.

SuaraJakarta.id - Petugas gabungan melakukan gerebek sampah di perkampungan nelayan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara yang menggunung dan mencemari lingkungan di kawasan itu, Rabu (23/2/2022).

Petugas kebersihan yang diterjunkan mencapai 250 orang berasal dari Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilincing, Suku Dinas Sumber Daya Air, Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kota Jakarta Utara. Kemudian Suku Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu, Unit Pelaksana Kebersihan Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, hingga masyarakat sekitar.

Kepala Sudin LH Jakarta Utara Achmad Hariadi mengatakan kegiatan bersih-bersih sampah di lokasi yang dekat dengan proyek pembangunan National Capital Integrated Coastal Development atau NCICD atau tanggul laut Jakarta itu memerlukan kolaborasi agar selesai dalam waktu singkat.

“Kalau melihat kondisinya ini semoga bisa selesai sepekan. Panjang area yang kami atasi sampahnya sekitar 400 meter,” kata Kasudin LH Jakarta Utara Achmad Hariadi.

Baca Juga: Kronologi Petugas PPSU Kelapa Gading Dibacok Komplotan Begal Sadis

Meski belum bisa diperkirakan jumlah sampah yang diatasi, namun Hariadi memastikan sampah diangkut menggunakan 10 truk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu atau TPST Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Selain itu juga dikerahkan tiga alat berat/ekskavator untuk mengatasi tumpukan sampah di tepi laut itu.

Tapi dukungan alat berat diperkirakan hanya digunakan tiga hari, setelah itu akan dilaksanakan secara manual dengan tenaga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum.

Sementara Camat Cilincing, Mohammad Andri menambahkan, penanganan melalui gerebek sampah itu juga perlu melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) selalu pemilik lahan.

Andri berharap selain pembangunan tanggul, Kementerian PUPR dapat menyelesaikan pembangunan jalan inspeksi dan taman yang sudah direncanakan di sekitarnya dengan segera.

"Kami minta Kementerian PUPR untuk segera menuntaskan pembangunan ini karena tanggulnya sebentar lagi sudah tersambung, tolong segera dilengkapi jalur hijau dan jalan inspeksinya," kata Andri.

Baca Juga: Dibegal di Pegangsaan Dua Jakut, Tendon Pergelangan Tangan Kiri Petugas PPSU Kelapa Gading Timur Putus

Pasalnya, lokasi yang belum selesai kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga. Padahal di situ akses untuk kendaraan petugas kebersihannya susah, karena harus melewati lahan milik perorangan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait