Warga Pondok Maharta Tangsel Terjebak Banjir, Ketinggian Air Sampai 1,5 Meter dan Listrik Padam di Enam RT

Ribuan warga Pondok Maharta, Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terjebak banjir. Pasalnya, banjir akibat luapan aliran kali usai hujan deras itu mencapai satu meter.

Chandra Iswinarno
Sabtu, 16 Juli 2022 | 01:30 WIB
Warga Pondok Maharta Tangsel Terjebak Banjir, Ketinggian Air Sampai 1,5 Meter dan Listrik Padam di Enam RT
Banjir menggenangi Perumahan Pondok Maharta, Tangerang Selatan. [Ist]

SuaraJakarta.id - Ribuan warga Pondok Maharta, Pondok Aren Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terjebak banjir. Pasalnya, banjir akibat luapan aliran kali usai hujan deras itu mencapai satu meter lebih hingga merendam lantai satu rumah warga.

Seorang warga setempat Sugiono mengungkapkan, air banjir mulai naik sejak pukul 17.15 WIB saat hujan deras.

"Air mulai naik sejak sore dan sampai sekarang masih deras malah ketinggiannya nambah," katanya kepada SuaraJakarta.id pada Jumat (15/7/2022) malam.

Sugiono mengatakan, diperkirakan ada enam wilayah RT yang terdampak banjir dengan jumlah penghuni ribuan keluarga.

Baca Juga:Stasiun Wanaraja Garut Tergenang Air, Perjalanan KA Garut Cibatuan Terganggu

"Hitungan kita di Pondok Maharta itu ada 2.500 lebih KK tapi kira-kira yang terdampak 80 persennya," sebutnya.

Kini, bahkan listrik di wilayah yang terdampak banjir dipadamkan. Alhasil warga yang terdampak banjir harus melewati malam lebih gelap karena tak ada listrik.

"Listrik dipadamkan, sebagian mati. Dari 12 RT, ada 6 wilayah RT yang listriknya padam," ungkap Sugiono.

Sugiono yang juga relawan BPBD itu menyebut, ketinggian air bervariasi. Paling rendah setinggi lutut orang dewasa dan paling tinggi lebih dari satu meter.

"Paling rendah sedengkul, ada juga se dada orang dewasa. Di dalam rumah lantai 1 udah kerendem semua. Ketinggian bervariasi, paling parah 1,5 meter," paparnya.

Baca Juga:Garut Dikepung Banjir, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Kini, Sugiono dan ribuan warga Pondok Maharta lainnya hanya bisa berpasrah sambil menunggu gengan banjir surut. Para warga terdampak, memilih bertahan di lantai dua rumahnya, sementara sebagian sudah mengungsi.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini