facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Sempat Bangga dengan JIS Sebelum Pagar Tribun Roboh, Legislator PKB: Ini Mah Taraf Kampung

Rizki Nurmansyah | Fakhri Fuadi Muflih Selasa, 02 Agustus 2022 | 21:06 WIB

Sempat Bangga dengan JIS Sebelum Pagar Tribun Roboh, Legislator PKB: Ini Mah Taraf Kampung
Sejumlah penonton berdiri di pagar pembatas tribun penonton yang roboh saat acara Grand Launching Jakarta International Stadium (JIS) di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu( 24/7/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Dalam rapat Komisi B, mayoritas anggota DPRD DKI menyatakan ingin membentuk Panitia Khusus (Pansus) JIS untuk mengaudit bangunan hingga pengelolaan JIS.

SuaraJakarta.id - Ketua Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta, Hasbiallah Ilyas menyebut Jakarta International Stadium (JIS) saat ini seperti bertaraf kampung. Hal ini dikarenakan kejadian ambruknya pagar pembatas tribun penonton saat acara grand launching, Minggu (24/7/2022) lalu.

Padahal, kata Hasbi, awalnya ia sempat bangga dengan berdirinya JIS. Apalagi stadion kandang klub Persija Jakarta ini memiliki taraf internasional dengan kapasitas 82 ribu orang dan multifungsi.

"Awalnya saya sangat bangga loh kita punya JIS yang tarafnya internasional seperti MU (Manchester United—red) seperti macam-macam, dan seperti negara-negara Eropa lah. Tapi setelah kejadian ini, ini saya berpikir JIS bukan taraf Eropa pak taraf tarkam ini, taraf kampung, jadi saya nggak bangga," ujar Hasbi di gedung DPRD Jakarta, Selasa (2/8/2022).

Dalam rapat Komisi B, mayoritas anggota DPRD DKI menyatakan ingin membentuk Panitia Khusus (Pansus) JIS untuk mengaudit bangunan hingga pengelolaan JIS. Hasbi pun menyatakan juga setuju dengan usulan tersebut.

Baca Juga: Kasus Kuburan Bansos Presiden di Depok, Politisi PKB: Apa Wewenang JNE Musnahkan Barang Negara?

"Jadi tolonglah saya setuju diadakan pansus dan juga bukan hanya pansus harus ada audit dengan tujuan tertentu audit independen karena ini soal nyawa," tuturnya.

Di depan para petinggi PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku pengelola JIS, ia kembali melontarkan sindiran yang menyebut sebenarnya JIS bukan standar Federation Internationale de Football Association (FIFA), melainkan VIVA merk kosmetik.

"Ini bukan standar FIFA pak mungkin standar viva bedak pak, bukan standar FIFA ini pak," pungkasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait