Di Hadapan Massa Demo Buruh di Depan DPR, Senator Aceh: Tolak Omnibus Law!

Ketua Komite I DPD RI ini mengklaim pihaknya satu suara dengan para buruh, yakni menolak Omnibus Law.

Rizki Nurmansyah | Faqih Fathurrahman
Rabu, 10 Agustus 2022 | 15:50 WIB
Di Hadapan Massa Demo Buruh di Depan DPR, Senator Aceh: Tolak Omnibus Law!
Ketua Komite I DPD RI sekaligus senator asal Aceh, Fachrul Razi, menyampaikan orasi dari atas mobil komando di hadapan massa demo buruh di depan Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (10/8/2022). [Suara.com/Faqih Fathurrahman]

SuaraJakarta.id - Anggota DPD Fachrul Razi mendatangi massa buruh yang tengah menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Rabu (10/8/2022).

Senator asal Aceh ini pun menyampaikan orasinya di atas mobil komando, meski sempat ditolak oleh massa aksi.

Penolakan itu lantaran para buruh tidak ada mau ada lobi-lobi lagi soal pencabutan Omnibus Law yang menjadi tuntutan mereka dalam demo di depan DPR ini.

Dalam orasinya, Fachrul menyampaikan akan meminta Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mengeluarkan Perppu pencabutan Omnibus Law.

Baca Juga:Tolak Anggota DPD RI Naik Mobil Komando, Orator Demo Buruh: Kita Tidak Butuh Lobi-lobi!

"Kami dalam parlemen, DPD akan meminta Ketua DPD RI membuat surat meminta presiden mencabut undang-undang, pencabutan Omnibus Law," kata Fachrul di depan Gedung DPR RI, Rabu (10/8/2022).

Ketua Komite I DPD RI ini mengklaim pihaknya satu suara dengan para buruh, yakni menolak Omnibus Law.

"Hari ini secara resmi bersama teman-teman satu komando, tolak Omnibuslaw. Lawan!" pungkasnya.

Diketahui, ratusan buruh dari berbagai elemen mendatangi Gedung DPR, pada Rabu (10/8/2022) hari ini.

Mereka berjalan kaki atau longmarch dari arah Semanggi dan tiba di depan gedung DPR/MPR sekitar pukul 10.00 WIB tadi.

Baca Juga:Demo Buruh di Depan Gedung DPR, Tutup Paksa Jalur Transjakarta

Terpantau massa aksi ini tergabung dari berbagai elemen. Seperti Konfederasi Seikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBI), Serikat Buruh Sejahtera Independen (SBSI) dan elemen lainnya.

Kedatangan mereka untuk menuntut pencabutan UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Pantauan Suara.com di lokasi, demontrasi masih berjalan lancar. Para orator secara bergantian menyampaikan orasinya dari atas mobil komando.

Sementara itu, petugas kepolisian juga berjaga di sekitaran gedung DPR/MPR. Barier pembatas setinggi 1-2 meter pun telah dipersiapkan dibeberapa titik sekat lokasi demo buruh.

News

Terkini

Riza mengatakan, dirinya keluar dan menemui massa untuk mendengar apa yang menjadi tuntutan dalam aksi massa KRMP ini.

News | 20:07 WIB

"Selama lima tahun ini kami tidak pernah melakukan penggusuran," ucap Riza.

News | 19:56 WIB

Juga pernah beraksi merampok toko emas di kawasan Tangerang Raya lainnya.

News | 19:51 WIB

Putri keluar Gedung Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan sekitar pukul 17.25 WIB, dengan mengenakan baju tahanan.

News | 19:13 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria keluar menemui massa. Hanya saja, ia berdiri di balik gerbang Balai Kota.

News | 18:23 WIB

Anies juga didesak untuk keluar menemui massa. Jika Anies tak kunjung keluar, maka massa tak segan bertahan hingga menginap di lokasi aksi.

News | 17:31 WIB

Ia juga mengatakan secara fisik kondisi Putri Candrawathi dalam keadaan baik.

News | 17:07 WIB

Sigit berharap langkah penahanan yang dilakukan penyidik dapat menjawab pertanyaan publik yang selama ini menanyakan posisi Putri Candrawathi yang tidak kunjung ditahan.

News | 16:54 WIB

Kejadian pencurian kotak amal di Mushola Roudhatul Jannah kerap terjadi.

News | 16:29 WIB

Kapolri juga mengumumkan istri Ferdy Sambo, Putri Candrawatahi ditahan di Rutan Mabes Polri.

News | 16:04 WIB

"Status FS secara resmi sudah tidak menjadi anggota Polri."

News | 15:32 WIB

Dijelaskan penyerangan gangster itu terjadi pukul 02.35 WIB.

News | 15:30 WIB

"Anies justru melanggengkan praktik penggusuran paksa di DKI Jakarta dengan tidak mencabut Peraturan tersebut."

News | 15:25 WIB

Syarifah menyebut penangkapan bermula saat pihak kepolisian mendapat informasi dari warga.

News | 15:22 WIB
Tampilkan lebih banyak