Sadis! Sebelum Tewas Dibanting Pacar Ibunya, Bayi Malang Itu Sempat Diinjak Hingga Menangis Histeris

Setelah membersihkan berak korban, pelaku melempar tubuh korban ke arh kasur, namun nahas korban malah mendarat di lantai dengan posisi terlentang.

Erick Tanjung | Faqih Fathurrahman
Selasa, 06 Desember 2022 | 17:54 WIB
Sadis! Sebelum Tewas Dibanting Pacar Ibunya, Bayi Malang Itu Sempat Diinjak Hingga Menangis Histeris
Pria berinisial YA, pelaku pembunuh bayi anak pacarnya dengan dibanting ke lantai di apartemen Kalibata. [Suara.om/Faqih]

SuaraJakarta.id - Polisi menangkap pria yang membanting bayi berusia dua tahun hingga meninggal. Pelaku berinisial YA tega menganiaya bayi mungil hingga tewas karena korban buang air besar saat bermain.

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam menyebut peristiwa itu terjadi saat Ibu korban yang berinisial SS menitipkan anaknya kepada pacarnya, YA.

Saat itu, SS menitipkan bayinya di sebuah stasiun di wilayah Depok. YA kemudian membawa bayi malang itu ke apartemennya di Kalibata.

Sesampainya di sana, korban diberikan kesempatan untuk bermain di taman apartemen selama 20 menit. Kemudian saat bermain, tiba-tiba saja korban berak di celana.

Baca Juga:Sadis! Pria Ini Banting Bayi 2 Tahun Hingga Tewas Gegara BAB di Kasur

“Uncle pup,” kata Ade di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (6/12/2022).

Kemudian YA membawa korban naik ke unit apartemen yang berada di lantai 16. Saat di kamar mandi, korban menangis lantaran kepalanya terbentur tembok akibat YA melepas popoknya dengan cara yang tidak benar.

Bukannya menenangkan korban, pelaku malah membiarkannya. Korban terus menangis sembari kotorannya dibersihkan oleh pelaku.

Setelah membersihkan berak korban, pelaku melempar tubuh korban ke arh kasur, namun nahas korban malah mendarat di lantai dengan posisi terlentang.

“Itu mengakibatkan benturan kedua kali di kepala korban,” ujar Ade.

Baca Juga:Aniaya Anak Pacarnya hingga Tewas, Pria yang Banting Bayi di Apartemen Kalibata City Tertangkap

Korban Diinjak

Tak sampai disitu, kata Ade, pelaku sempat melanjutkan membersihkan berak korban. Namun ia merasa kesal lantaran korban terus menangis.

“Pelaku kemudian menginjak kaki kiri korban,” ungkapnya.

Karena korban menangis histeris pelaku kemudian mencoba menimang-nimangnya. Namun, korban malah terjatuh dan kepalannya kembali terbentur di lantai.

“Diangkat kemudian jatuh lagi untuk yang ketiga kalinya, mengenai kepala korban lagi,” tuturnya.

Setelah kejadian itu, YA kemudian membawa korban ke rumah sakit Triadipa, daerah Fatmawati lantaran bocah malang itu sudah tidak sadarkan diri.

Sesampainya di sana, YA kemudian memberitahu Ibu korban, SS, kalau anaknya sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Kemudian YA meninggalkan rumah sakit. Hingga akhirnya korban meninggal dunia.

Saat diautopsi, pihak RS Fatmawati menyatakan kepala belakang korban retak sepanjang 7,9 sentimeter. Kemudian ada memar di kaki kiri korban.

“Pada otak besar korban terdapat pelebaran pembuluh darah atau pendarahan di bawah selaput otak,” ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak