“Jangan biarkan perpecahan internal menjadi tontonan banyak pihak. Jika kita masih merasa menjadi bagian dari NU, mari jaga martabat jam’iyyah ini bersama-sama. Baik yang berada di struktur maupun kultur, kita kembali ke khidmat masing-masing secara maksimal. Umat menanti langkah kita,” ujarnya.
Gus Ipul mengapresiasi sikap tersebut. Menurutnya, semangat yang harus dikedepankan setelah Muktamar adalah rekonsiliasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keputusan organisasi.
“Yang kalah terhormat, yang menang bermartabat. Sekarang waktunya kembali berkhidmat. NU saklawase,” kata Gus Ipul. ***