- Bank Jakarta menyalurkan pembiayaan Rp5,87 triliun bersama berbagai BUMD dan BUMN untuk pembangunan strategis di Jakarta.
- Penyaluran dana tersebut mencakup program perumahan pekerja informal, elektrifikasi armada Transjakarta, dan pembangunan pedestrian deck.
- Kolaborasi yang diumumkan pada Selasa (13/10/2026) ini bertujuan memperluas akses hunian dan mengurangi emisi transportasi.
SuaraJakarta.id - Bank Jakarta memperkuat perannya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota melalui kerja sama pembiayaan di tiga sektor strategis, yakni perumahan bagi pekerja informal, elektrifikasi transportasi publik, dan pembangunan infrastruktur pejalan kaki. Total potensi nilai dari berbagai kerja sama tersebut mencapai Rp5,87 triliun.
Kolaborasi itu melibatkan sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), serta perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Saefullah Hidayat, mengatakan sinergi antarlembaga tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan peran BUMD dalam mendukung pembangunan daerah.
"BUMD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan Jakarta. Peran tersebut tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga mencakup pelayanan masyarakat dan penggerak perekonomian daerah," ujar Saefullah melansir ANTARA, Selasa (13/10/2026).
Baca Juga:Project of the Year Indonesia 2026, Apa yang Membuat Kawasan Ini Dilirik?
Salah satu kerja sama yang dijalankan adalah dukungan terhadap program Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal. Dalam program ini, Bank Jakarta bersinergi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), serta Jamkrida Jakarta.
Program tersebut memiliki potensi nilai Rp587 miliar melalui penyaluran kredit dan penjaminan kredit. Skema ini diharapkan memperluas akses pekerja informal terhadap pembiayaan kepemilikan rumah, terutama bagi masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan perbankan.
Selain memperluas akses perumahan, Bank Jakarta turut mendukung transformasi transportasi publik melalui kerja sama dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Kerja sama ini mencakup pembiayaan program elektrifikasi 3.782 armada dengan potensi nilai mencapai Rp5,07 triliun.
Nota kesepahaman untuk program tersebut berlaku selama tiga tahun. Dukungan pembiayaan diharapkan dapat mempercepat pengembangan armada berbasis listrik sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dari sektor transportasi di Jakarta.
Di sektor infrastruktur perkotaan, Bank Jakarta menjalin kerja sama dengan PT MRT Jakarta (Perseroda) untuk pembiayaan pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas. Fasilitas kredit yang disiapkan memiliki plafon Rp220 miliar dengan jangka waktu 15 tahun.
Baca Juga:Agen BRILink Ria Irawan Aktif Jemput Bola Transaksi Warga Hingga Topang Roda Ekonomi
Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas pejalan kaki sekaligus memperkuat konektivitas antarmoda di kawasan Dukuh Atas, salah satu simpul integrasi transportasi utama di Jakarta.
Melalui berbagai kerja sama tersebut, pembiayaan Bank Jakarta diarahkan tidak hanya untuk mendukung aktivitas bisnis, tetapi juga untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian, mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan, dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.