Scroll untuk membaca artikel
Pebriansyah Ariefana
Selasa, 01 September 2020 | 12:07 WIB
[Suara.com/Ema Rohimah]

Pertama, dia menerima lembaran surat pencekalan dari imigrasi setempat, alasannya demi keamanan yang menurutnya sangat berbau politis.

Kedua, dia mendapat informasi dari sumber terpercaya mengenai pencekalannya.

Ketiga, ucapan Kedutaan Besar Arab Saudi yang mengatakan siap memulangkan Habib Rizieq kapan pun asalkan mendapat restu dari pemerintah Indonesia.

Keempat, saat hendak pulang untuk menghadiri Reuni 212 dia dihalang-halangi alias tak mendapat izin.

Baca Juga: Habib Rizieq: Bukan Saya yang Takut Pulang

“Jadi bukan saya yang takut pulang, tapi rezim Jokowi yang takut saya pulang. Kira-kira jelas enggak? Takbir!!!” tegasnya sambil menyulut semangat audien.

Habib Rizieq memastikan, selama 3 tahun di Arab Saudi, dia merasa nyaman dan dilindungi pemerintah setempat.

Sehingga, para jamaah tak perlu mengkhawatirkan kondisinya.

“Saya berterima kasih kepada pemerintah Arab Saudi, jazakumullah karena selama 3 tahun saya di sini, mereka tak pernah mengganggu saya, mereka memperlakukan saya dengan baik, mereka menghormati kita, menghargai hak-hak kita. Saya juga dibebaskan haji dan umroh kapan saja, saya juga bisa pergi ke mana saja,” terangnya.

Kepala Kantor Staf Presiden, Moeldoko, menepis anggapan yang menyebut pemerintah menghalang-halangi Habib Rizieq masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Bersejarah! Pesawat Israel Diizinkan Masuk Wilayah Arab Saudi

Sebab, kata dia, sosok yang acap mengenakan sorban putih itu pergi ke Arab Saudi sendiri, bukan diusir.

Load More