Tasmalinda
Minggu, 03 Mei 2026 | 18:34 WIB
bawa makan kini dianggap lebih berkelas
Baca 10 detik
  • Karyawan di kawasan perkantoran SCBD kini semakin banyak membawa bekal makan siang dari rumah setiap hari.
  • Kebiasaan membawa bekal dilakukan pekerja untuk menjaga kesehatan, mengontrol kualitas makanan, serta menghemat pengeluaran uang bulanan.
  • Tren makan siang ini mencerminkan pergeseran gaya hidup urban yang lebih mengutamakan pola hidup terukur dan estetik.

SuaraJakarta.id - Pemandangan di kawasan SCBD belakangan terasa sedikit berbeda. Di sela deretan gedung perkantoran dan pilihan restoran yang tak pernah sepi, semakin banyak karyawan yang justru membawa bekal makan siang dari rumah.

Bukan sekadar tren sesaat, kebiasaan ini perlahan membentuk pola baru. Lunch box—yang dulu identik dengan gaya hidup hemat, kini justru dianggap sebagai pilihan yang lebih sadar, bahkan oleh sebagian kalangan dinilai lebih “kelas”.

Di beberapa kantor, momen makan siang tak lagi selalu berarti keluar gedung. Sejumlah pekerja memilih tetap di meja kerja atau berkumpul di pantry, membuka kotak makan masing-masing. Isinya beragam, mulai dari menu sederhana hingga sajian yang disiapkan dengan rapi layaknya meal prep ala media sosial.

Seorang karyawan di kawasan bisnis tersebut, Rina (29), mengaku mulai membawa bekal sejak beberapa bulan terakhir. Awalnya untuk menghemat, tetapi lama-kelamaan menjadi kebiasaan.

“Sekarang malah lebih nyaman. Kita tahu apa yang dimakan, lebih sehat, dan nggak perlu antre,” ujarnya.

Fenomena ini juga tak lepas dari perubahan cara pandang generasi pekerja urban. Jika sebelumnya makan di luar dianggap sebagai bagian dari gaya hidup, kini kontrol atas apa yang dikonsumsi justru menjadi nilai yang lebih penting.

Selain faktor kesehatan, pertimbangan finansial tetap berperan. Harga makan siang di kawasan pusat bisnis seperti SCBD bisa mencapai puluhan hingga ratusan ribu rupiah dalam sekali makan. Dalam jangka panjang, angka tersebut menjadi cukup signifikan.

Namun menariknya, alasan membawa bekal kini tidak lagi semata soal penghematan. Ada kesadaran baru yang tumbuh, bahwa memilih makanan sendiri, menyiapkan dari rumah, hingga menjaga pola makan adalah bagian dari gaya hidup yang lebih terukur.

Gaya hidup urban melihat fenomena ini sebagai pergeseran nilai. 

Baca Juga: 10 Rute Sepeda Pagi di Jakarta dengan View Gedung Mewah, Favorit Pesepeda Dalkot

Di sisi lain, media sosial turut memperkuat tren ini. Konten meal prep, lunch box estetik, hingga rutinitas hidup sehat semakin banyak bermunculan dan menjadi inspirasi bagi pekerja muda di kota besar.

Perubahan ini mungkin terlihat sederhana, hanya soal membawa bekal. Namun di balik itu, ada cerita tentang bagaimana gaya hidup di kota besar terus beradaptasi.

Di tengah hiruk-pikuk SCBD, keputusan untuk membawa lunch box kini bukan lagi sekadar alternatif. Bagi sebagian orang, itu adalah pilihan yang mencerminkan kontrol, kesadaran, dan cara baru memaknai “kelas” dalam kehidupan sehari-hari.

Load More