SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berniat mempercantik pembangunan Underpass Senen Extension dengan ornamen khas Betawi.
Ornamen Betawi juga akan menghiasi fasilitas pendukung lainnya, seperti halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di Underpass Senen Extension.
Kepala Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta, Hari Nugroho mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).
Komunikasi itu untuk mengakomodasi nilai-nilai kearifan lokal. Khususnya budaya Betawi di setiap infrastruktur yang dibangun.
"Kami setiap membangun atau membuat suatu infrastruktur itu pasti tetap mengakomodasi kearifan lokal, salah satu bentuknya ornamen Betawi," ungkap Hari dikutip dari beritajakarta.id, Rabu (2/9/2020).
Secara detailnya, Hari memaparkan bahwa Underpass Senen Extension akan menggunakan motif sopi-sopi dan Pagar Langkan Betawi.
Kemudian rumah lift di JPO Pasar Senen depan Bioskop Senen akan menggunakan motif Tumpal.
Sedangkan JPO Jalan Senen Raya akan dihias dengan ornamen gigi balang.
"Setelah komunikasi dengan LKB menjadi sopi-sopi sama Pagar Langkan, itu representasi budaya Betawi juga," urai Hari.
Baca Juga: Instagenic! Glamping Berbentuk Segitiga di Yogyakarta Ini Diserbu Milenial
Hari menambahkan, langkah ini dilakukan sebagai bentuk upaya melestarikan budaya Betawi.
Selain sarat akan budaya Betawi, JPO Jalan Raya Senen juga akan dihias dengan lampu RGB yang bisa menampilkan semarak warna.
"JPO ini menambah satu lagi JPO kekinian di Jakarta, yang mencuri perhatian. Lampu-lampunya RGB seperti di Sudirman bisa seratus warna," ujar Hari.
Langkah Pemprov DKI Jakarta mempercantik Underpass Senen Extension dan fasilitas pendukung lainnya dengan ornamen Betawi, bisa menjadi spot Instagramable bagi warga untuk sekedar berfoto.
Untuk diketahui, proyek Underpass Senen Extension telah dibangun sejak Juni 2019.
Hingga September 2020, Hari menyebut progres proyek tersebut sudah mencapai 74 persen.
Tag
Berita Terkait
-
Eki Pitung Digugat Pemuda Kaum Betawi ke Pengadilan, Buntut Pernyataan Soal Demo Warga Pati
-
Pemuda Kaum Betawi Gugat UU DKJ ke MK, Soroti Aturan Lembaga Adat yang Dinilai Multitafsir
-
Fauzi Bowo Kembali ke Balai Kota, Kini Pimpin Dewan Adat dan Kebudayaan Betawi
-
Dari Puisi Kampus hingga Renungan Cendekiawan: Membaca Dari Waktu ke Waktu
-
Jakarta Boleh Modern, Tapi Jangan Biarkan Warga Betawi Tersingkir dari Tanah Leluhur
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar