SuaraJakarta.id - Seorang perempuan tega kubur hidup-hidup bayi yang masih berusia 5 jam. Bayi itu hasil hubungan gelap antara dia dengan suami orang.
Sementara suami sahnya lagi dipebjara karena kasus narkoba. Ibu tersebut berinisial SM (35). SM merupakan warga Kampung Simpang Kelaping, Kecamatan Pegasing, Aceh Tengah.
Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Aceh Tengah AKBP Mahmun Hari Sandy Sinurat.
Begitu dikubur hidup-hidup, bayi itu langsung meninggal begitu ditemuknan warga.
Ayah kandung dari bayi yang ia lahirkan merupakan seorang laki-laki berinisial SP. Suami sah nya sendiri saat ini sedang menjalani hukuman di Kabupaten Aceh Tenggara karena kasus narkoba.
AKBP Mahmun menyebutkan kasus tersebut berawal dari laporan warga setempat yang menyebutkan SM mengubur bayi dilahirkannya berusia 5 jam dalam keadaan hidup-hidup.
Setelahnya warga langsung berbondong-bondong mendatangi tempat tinggal dari ibu tersebut.
Mereka lalu menemukan bekas galian dan menggali kembali hingga akhirnya menemukan bayi tersebut.
Sebelumnya bayi tersebut sempat dibawa ke RSUD Datu Beru di Takengon.
Baca Juga: Video Detik-detik Bayi Dikubur Hidup-hidup dan 4 Berita Viral Lainnya
Akan tetapi nyawanya sudah tidak tertolong lagi dan meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Kejadian tersebut terjadi pada minggu 31 Agustus lalu. Dari rekaman video yang beredar, evakuasi bayi malang itu berlangsung dramatis.
Terlihat bagaimana bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dikuburkan dalam keadaan mengenaskan yang masih terdapat tali pusar yang menempel.
Bayi malang tersebut dikubur di kedalaman kurang dari 1 meter.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya SM kemudian dijerat dengan Pasal 341 KUHP.
Ia juga mendapat ancaman hukuman penjara tujuh tahun serta dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara lima tahun. Sementara selingkuhannya akan diselidiki oleh pihak Kepolisian.
Berita Terkait
-
Masih Ada Potensi Longsor, Kementerian PU Percepat Penanganan Reruntuhan Tebing di Aceh Tengah
-
Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah
-
Beras Seharga Nyawa, Warga Pedalaman Aceh Jalan Kaki Sehari Semalam untuk Makan
-
Bertaruh Nyawa di Jembatan Tali, Ribuan Warga Aceh Tengah Masih Terisolir
-
Akses Bireuen-Aceh Tengah Kembali Tersambung, Jembatan Bailey Teupin Mane Resmi Rampung
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
PELOPOR BRI 2026 Perkuat Penerapan Tata kelola Perusahaan yang Baik
-
Dari Zumba hingga Hujan Busa, Momen Little Siam Jadi Arena Bermain Keluarga
-
Viral di Medsos! Penganiayaan Sadis ABK Cumi KM Maulana 23 Terbongkar
-
Dukung Penanganan Karhutla, NHM Serahkan Bantuan Tangki Air Operasional kepada BPBD Halmahera Utara
-
Kawasan Pesisir Jakarta Makin Terhubung, Akses Jadi Pertimbangan Pelaku Usaha